4 Cara Menghadapi Anak yang Mengamuk tanpa Henti atau Temper Tantrum

Endah Wijayanti12 Jul 2020, 15:15 WIB
tantrum

Fimela.com, Jakarta Pada anak usia 1-4 tahun, ada saat-saat ia marah-marah atau mengamuk tanpa henti. Kondisi ini disebut temper tantrum. Ketika anak mengalami temper tantrum, biasanya ia akan sangat rewel dan sulit untuk ditenangkan.

Temper tantrum pada dasarnya adalah cara anak untuk berkomunikasi. Mengutip buku Parenting tanpa Galau, penyebab anak mengalami temper tantrum adalah karena masih kesulitan untuk mengungkapkan keinginannya akibat keterbatasan kemampuan berbahasa atau kemampuan berbahasanya belum baik. Sehingga anak mengungkapkan "kata-kata" di dalam pikirannya melalui marah-marah atau mengamuk. Anak yang lelah atau lapar rentan mengalami tantrum. Lalu bagaimana cara menghadapi anak yang tantrum?

1. Ajak Bicara

Tak perlu menaikkan nada bicara. Jangan pula buru-buru memarahi anak. Coba ajak bicara anak. Cari tahu apa yang sedang ia rasakan. Bantu anak untuk mengenali emosi dan perasaannya. Apabila anak tantrum di tempat publik, ajak ia ke tempat yang lebih tenang untuk meredakan emosinya.

2. Ajak Negosiasi dengan Tenang

Mungkin ini termasuk cara yang cukup sulit dilakukan. Sebab orangtua biasanya akan ikut panik dan emosi saat anak mengamuk. Tapi tetap upayakan untuk tetap tenang. Beri tahu anak bahwa keinginannya bisa dipertimbangkan jika ia tenang. Ajak negosiasi dengan mempertimbangkan berbagai hal.

3. Cari Pengalih Perhatian

Jangan Stres, Lakukan Ini Saat Hadapi Anak Tantrum (Szefei/Shutterstock)
Ilustrasi./(Szefei/Shutterstock)

Anak kecil umumnya mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Manfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosi anak saat ia tantrum. Tak perlu langsung menuruti semua keinginannya begitu saja. Coba alihkan perhatiannya pada hal-hal lain seperti pada permainan atau aktivitas yang lebih menyenangkan.

4. Bersikap Cuek

Ada kalanya orangtua perlu memperlihatkan sikap cuek saat anak tantrum. Biasanya ketika anak terus teriak-teriak karena keinginannya tak dipenuhi dan tidak mau dinasihati, maka sikap cuek bisa cukup ampuh untuk menghadapinya. Tak perlu memberi reaksi apa pun, termasuk tatapan mata. Biarkan anak tenang lebih dahulu sebelum mengajaknya bicara.

Satu hal penting yang perlu dipahami saat anak tantrum adalah jangan memukulnya atau berteriak kepadanya. Semakin kita keras padanya, maka tantrumnya bisa semakin parah. Walau tidak selalu mudah menghadapi anak yang tantrum, tetap usahakan untuk membantu anak berkomunikasi dengan lebih baik.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓