Sistem Sekolah Virtual, Orangtua Harus Bantu Mengasah Keterampilan 5C pada Anak

Karla Farhana15 Jul 2020, 16:00 WIB
[fimela] virtual school

Fimela.com, Jakarta Meski pandemi virus Corona belum usai, sistem pendidikan di Indonesia harus terus berjalan. Hingga akhir tahun ini, banyak sekolah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah terpaksa harus melanjutkan sekolah virtual. Keadaan ini tentu mendorong para tenaga pengajar dan orangtua untuk berdaptasi. 

Bukan hanya target pemahaman terhadap materi atau pokok pelajaran sesuai kurikulum, anak juga harus mengembangkan kemampuan sosialnya. Sayangnya, para murid kini hanya bisa berinteraksi dengan para guru dan teman-teman sekolahnya secara virtual. Lantas, bagaimana cara anak mengembangkan kemampuan sosialnya? 

 

Untuk itu, Virtual Schooling di Sampoerna Academy mengajak para siswa untuk belajar secara aktif dengan pembelajaran materi yang melibatkan diskusi, pemecahan masalah, menganalisa studi kasus, dan materi-materi lainnya, dengan mengasah keterampilan 5C. Yaitu Criticl Thinking, Communication, Collaboration, Creativity, dan Character. 

“Keterampilan 5C sangat penting bagi siswa untuk mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi pada kehidupan di abad-21 yang membawa tantangan yang berbeda dari yang kita hadapi sekarang. Keterampilan ini perlu diterapkan melalui proses pendidikan, oleh sebab itu guru perlu berlatih keterampilan 5C agar mampu mengajar dan memodelkan kepada siswanya,” jelas Itje Chodidjah, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M).

Hal serupa juga dikatakan Dr. Mustafa Guvercin, Sampoerna Academy School Director, yang mengatakan kalau keterampilan 5C sangat penting karena penddikan merupakan sebuah perjalanan. 

“Selain itu, kita perlu memahami pentingnya memposisikan pendidikan sebagai sebuah perjalanan, bukan tujuan, dan inilah alasan mengapa Sampoerna Academy menerapkan metode STEAM serta mengasah keterampilan 5C para siswa,” ujarnya. 

Cara Orangtua Membantu Anak Mengasah Keterampilan 5C

[Fimela] Virtual School
virtual school | pexels.com/@julia-m-cameron

Menurut psikolog Jovita Maria Ferliana, M.Psi, mengasah keterampilan 5C pada siswa bukan cuma tanggung jawab lembaga pendidikan. Tetapi juga perlu dukungan dan peran orangtua di rumah selama anak menjalani virtual schooling. 

"Mengasah keterampilan 5C siswa bukan merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan saja, namun orang tua juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak mereka, terutama selama virtual schooling," ungkapnya. 

Menurutnya, ada beberapa cara bagi para orangtua untuk membantu para buah hatinya belajar di rumah dan mengembangkan keterampilannya, seperti mengajak anak untuk mengutarakan pendapat dan aktif berpartisipasi dalam diskusi. Juga, orangtua harus meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai topik hangat atau tren terkini. 

Diskusi ini bisa terjadi setiap hari selama 30-60 menit bersama anak. Jangan lupa untuk mengajaknya untuk aktif dalam diskusi. Selain itu, berikat juga kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah di luar jam virtual schooling.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓