Cara Mempelajari Perilaku Anak dengan Kepribadian Ekstrover dengan Mudah

Gayuh Tri Pinjungwati10 Agu 2020, 11:15 WIB
anak ekstrover

Fimela.com, Jakarta Setiap anak menunjukkan perilaku dan kepribadian mereka sejak dini. Kepribadian dibagi menjadi dua yaitu ekstrover dan introver. Bagi sebagian besar orang percaya bahwa anak dengan kepribadian ekstrover adalah orang yang ramah dan supel. Seorang ekstrover adalah orang yang sering mendapatkan energi dengan berada di sekitar orang lain. Ini kebalikan dari seorang introver yang mendapatkan energi dengan menyendiri. Berikut ini adalah cara bagaimana mempelajari perilaku anak ekstrover.

Kualitas Seorang Ekstrover

Orang ekstrover menikmati situasi sosial dan bahkan mencarinya karena mereka senang berada di sekitar banyak orang. Di sekolah, anak dengan kepribadian ekstrover dapat menikmati belajar dalam tim atau belajar kelompok daripada sendirian. Anak dengan kepribadian ekstrover cenderung merasa murung saat sedirian dan dapat dengan mudah bosan tanpa orang lain di sekitarnya. Ketika mereka harus mengerjakan suatu tugas sendiri, akan sangat membantu jika Mom berada di dekatnya untuk mendorong dan membiarkan mereka bercerita tentang apa yang mereka lakukan.

Saat diberi kesempatan, seorang ekstrover akan berbicara dengan orang lain daripada duduk sedirian dan berpikir. Faktanya, orang ekstrover cenderung berpikir saat ia sedang berbicara, tidak seperti introver yang cenderung berpikir sebelum berbicara. Orang ekstrover sering kali berpikir paling baik saat berbicara. Konsep tidak tampak nyata bagi mereka kecuali mereka dapat membicarakannya, merenungkan saja tidak cukup bagi mereka.

Para orang tua mungkin akan mendapati anak berbicara dengan siapa saja dan semua orang saat berda di tempat umum. Mereka dapat dengan cepat mulai berbicara dengan anak-anak lain dan tampak cepat mendapakan teman baru. Seorang anak yang ekstrover lebih suka bermain dengan anak lain daripada bermain sendirian. Orang ekstrover mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan memiliki lebih banyak teman dan pengikut daripada introver, menjaga komunikasi dengan orang lain bahkan dari jarak jauh  dapat dilakukan oleh anak dengan kepribadian ekstrover.

Tingkah Laku Anak Ekstrover

anak ekstrover
Ilustrasi/copyrghtshutterstock/Nattakorn_Maneerat

Karena ekstrover diberi energi oleh interaksi dengan orang lain, anak-anak ekstrover mungkin memerlukan waktu untuk istirahat setelah menghabiskan waktu bersosialisasi dengan anak-anak lain. Misalnya, jika mereka menghadiri pesta, dia akan menceritakan semua yang dilakukannya selama pesta kepada orang tua mereka di rumah.

Anak ekstrover bisa menjadi pendiam dan mudah bosan jika terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak ekstrover, terutama mereka yang berbakat, mungkin akan lebih baik untuk melibatkan mereka kerja kelompok, kolaborasi, dan interaksi sosial.

Anak Ekstrover Bisa Menjadi Pemalu

Yang tidak disadari banyak orang adalah bahwa seorang ekstrover juga bisa menjadi pemalu. Rasa malu adalah nama lain dari kecemasan sosial. Ini bisa menjadi sulit karena ekstrover benar-benar mendambakan teman, tetapi rasa malu bisa membuat mereka sulit untuk melakukan interkasi dengan orang yang tidak mereka kenal. Anak-anak ekstrover yang pemalu mungkin membutuhkan bantuan untuk mengatasi rasa malu mereka.

Ingatlah bahwa kadang-kadang anak introver yang paling mudah melakukan interkasi dengan orang lain pun menginginkan waktu tentang untuk menyendiri atau mungkin menghindari situasi sosial. Hal ini umum terjadi pada setiap anak.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓