7 Tips Sederhana untuk Membantu Anak Remaja Mengontrol Suasana Hati

Gayuh Tri Pinjungwati12 Agu 2020, 11:15 WIB
remaja badmood

Fimela.com, Jakarta Jika mood seorang remaja berfluktuasi adalah hal yang umum terjadi dan mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Faktanya, sangat normal bagi seorang remaja untuk merasakan berbagai emosi. Tetapi bisa menjadi sesuatu yang tidak mudah ketika bersama orang yang moody. Ini akan menjadi tantangan bagi setiap orangtua untuk melatih meningkatkan dan melatih kesabaran anak. Berikut ini cara untuk membantu anak remaja mengelola perubahan suasana hati sehingga dapat mengendalikannya dengan baik.

Meringankan Beban

Jadwal anak remaja di penuhi dengan tanggung jawab. Dari tugas sekolah hingga kegiatan ekstrakurikuler, banyak remaja yang berpindah dari satu komitmen ke komitmen lainnya tanpa istirahat. Jika jadwal kegiatan mereka tampak sangat banyak dan sibuk atau bahkan dia mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus dilakukan, mungkin sudah waktunya untuk menghapus satu atau dua aktivitas dari jadwal mereka. Lihatlah apakah beban kegiatan yang lebih ringan membantu anak menyesuaikan suasana hatinya. Mom mungkin akan menemukan perubahan suasana hati hilang ketika anak remaja memiliki lebih banyak waktu luang.

Pastikan Cukup Istirahat

Seorang remaja membutuhkan setidaknya 9 jam tidur malam, tetapi banyak tidak mendapatkan jam istirahat yang cukup. Pastikan anak memiliki cukup waktu istirahat di malam hari. Tetapkan waktu tidur yang dijadwalkan untuk malam hari dan akhir pekan. Pastikan mereka mendapatkan jumlah jam tidur yang disarankan. Selain itu jauhkan perangkat apa pun dari kamar anak seperti TV atau komputer yang dapat memungkinkan anak terjaga di malam hari.

Berikan Asupan Makanan Bergizi

makan
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Joshua Resnick

Seorang anak remaja akan mengalami perubahan dari hari ke hari dan mereka membutuhkan makanan untuk mendorong perubahan itu. Pastikan para orangtua memberikan banyak camilan bergizi seperti buah, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan makanan mengandung banyak kalsium. Makan junk food atau makanan lain yang tidak memberi anak banyak nutrisi yang cukup untuk anak.

Tawarkan Waktu Keluarga yang Menyenangkan

Anak yang menginjak usia remaja, mungkin memiliki banyak teman, tetapi penting juga bagi mereka untuk menjaga hubungan dekat dengan keluarga. Pastikan keluarga merencanakan berlibur bersama, atau jadwalkan untuk pergi menonton film dan menikmati aktivitas lain bersama dengan keluarga. Menghabiskan banyak waktu bersama bisa menjadi apa yang dibutuhkan anak.

Biarkan untuk Menikmati Waktu Bersama Teman

Pertemanan dan persahabatan sangat penting bagi seorang remaja dan mereka membutuhkan lingkaran sosialnya sendiri di luar keluarga. Terkadang perubahan suasana hati dapat dihentikan atau dicegah dengan kunjungan atau panggilan telepon dari seorang teman. Penting bagi seorang remaja untuk merasa diterima oleh teman sebayanya dan memiliki rasa aman karena mengetahui bahwa mereka memiliki teman di sekolah, dalam tim atletik dan di bidang penting lainnya dalam kehidupan mereka. Pastikan anak mengembangkan pertemanan yang baik dan memiliki waktu untuk sering bergaul dengan teman-temannya.

Pastikan Anak Melakukan Olahraga

berolahraga
Ilustrasi/copyrightshutterstock/PK Studio

Olahraga adalah bagian penting dari setiap hari dan membantu pertumbuhan anak remaja yang akan memberikan stamina yang mereka butuhkan untuk menghadapi hari-hari sibuk mereka. Jika anak tidak berpartisipasi dalam aktivitas olahraga, pastikan dia menghabiskan waktu berjalan-jalan, bersepeda, bermain skateboard atau lainnya.

Ajarkan Anak Lebih Terbuka

Terkadang para remaja menunjukkan perubahan suasana hati karena ada sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka yang membuatnya stres. Bisa jadi pertengkaran dengan teman baik, masalah sekolah atau sesuatu yang terjadi di rumah. Pastikan Mom memberikan kesemoatan kepada anak untuk terbuka kepada orantgtua jika dia memiliki kekhawatiran. Bersimpati dan bantu anak untuk memecahkan masalah.

Masa remaja memang masa di mana anak masih labil dalam mengelola emosi mereka. Sudah seharusnya menjadi tugas orangtua untuk membimbing anak dalam hal ini. Jangan biarkan anak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan atau yang dapat merugikan dirinya.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓