5 Jenis Makanan yang Dapat Mengganggu Sistem Pencernaan Anak

Imelda Rahma18 Sep 2020, 09:35 WIB
Diperbarui 18 Sep 2020, 09:35 WIB
Makanan

Fimela.com, Jakarta Pada masa bermain dan belajar, anak-anak pasti akan menjadi sangat aktif karena rasa penasaran dan pengetahuannya yang tinggi. Tidak heran jika masa ini juga sering disebut dengan masa keemasan karena anak sedang mengenal dan mempelajari banyak hal, termasuk mencoba berbagai jenis makanan baru yang ditemuinya.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua makanan itu baik untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Untuk urusan makanan, orangtua perlu ekstra hati-hati. Jika lalai, anak bisa terkena penyakit yang mengganggu dan membahayakan pencernaannya. Ada baiknya jika orangtua tahu jenis makanan apa saja yang dapat mengganggu kesehatan pencernaan anak.

Terutama yang perlu diwaspadai adalah ketika anak mengonsumsi makanan yang berasal dari luar, misalnya jajanan. Orangtua harus bisa memastikan bahwa makanan yang dibeli dan dikonsumsi anak harus sudah dimasak secara higienis sehingga bebas dari zat ataupun mikroorganisme yang berbahaya.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan, sebaiknya para orangtua bisa memilah makanan apa saja yang sehat dan tidak sehat untuk anak. Dilansir dari Liputan6.com, kali ini Fimela.com akan membagikan informasi 5 jenis makanan yang dapat mengganggu sistem pencernaan anak. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan

Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan
Ilustrasi Pemanis Buatan Credit: pexels.com/Suzy

Jenis makanan pertama yang dapat mengganggu sistem pencernaan anak ialah makanan yang mengandung pemanis buatan. Hal ini karena biasanya pemanis buatan mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Sebaiknya, anak tidak mengonsumsi makanan ataupun minuman yang mengandung pemanis buatan. Walaupun rasanya akan jauh lebih menarik dan segar, namun rasa manis yang dirasakan hanya pada lidah, sementara pada sistem tubuh akan mengganggu bakteri baik yang bertugas pada metabolisme tubuh anak sehingga anak berpotensi mengalami obesitas.

Makanan Mentah atau Dimasak Setengah Matang

Makanan Mentah atau Dimasak Setengah Matang
Ilustrasi Makanan Mentah Credit: unsplash.com/Andraz

Kedua, jenis makanan lainnya yang dapat mengganggu sistem pencernaan anak ialah makanan mentah dan makanan yang dimasak setengah matang atau tidak benar-benar mencapai tingkat kematangan yang aman. Alasannya mudah saja, makanan yang tidak dimasak secara matang masih mengandung banyak bakteri berbahaya yang dapat membahayakan sistem pencernaan anak.

Meski terdapat beberapa makanan yang lebih lezat dikonsumsi dalam keadaan mentah seperti sushi, namun kesehatan dari makanan mentah belum sepenuhnya teruji. Kandungan bahan makanan yang digunakan haruslah benar-benar segar dan bersih, terutama untuk makanan seperti seafood, telur, daging merah, daging putih. Jika tidak, bakteri akan masuk ke dalam tubuh yang tidak dapat dihancurkan secara sempurna.

Makanan yang Digoreng

Makanan yang Digoreng
Ilustrasi Makanan yang Digoreng Credit: unsplash.com/Leo

Berikutnya, jenis makanan lainnya yang juga dapat mengganggu sistem pencernaan anak ialah makanan yang digoreng. Hal ini bukan berarti anak tidak boleh mengonsumsi makanan yang digoreng, hanya saja jika berlebihan maka dampaknya tidak baik untuk kesehatan.

Makanan yang disajikan dengan cara digoreng terkesan praktis dan lezat tetapi sebenarnya tidak sehat, apalagi jika minyak yang digunakan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Selain itu, terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng dapat menimbulkan sejumlah masalah pada tenggorokan. Tenggorokan anak bisa menjadi gatal bahkan sampai ke radang. Maka dari itu, batasi konsumsi anak terhadap makanan yang digoreng.

Makanan Bebas Gula

Makanan Bebas Gula
Ilustrasi Makanan Bebas Gula Credit: pexels.com/Flora

Selanjutnya, jenis makanan keempat yang dapat mengganggu kesehatan sistem pencernaan anak ialah makanan yang mengklaim bebas gula. Jika kamu pernah mendengarnya, ketahui bahwa maksud dari klaim tersebut bukan berarti bahwa makanan itu bebas gula sama sekali.

Meski bebas gula makanan tersebut tetap memiliki rasa manis. Contohnya saja sepeti permen. Lantas dari mana rasa manis tersebut berasal. Gula yang digunakan oleh beberapa produk permen bebas gula yaitu merupakan gula dengan jenis alkohol. Sehingga mengkonsumsi makanan bebas gula juga tidak disarankan karena memaksa tubuh anak untuk memproduksi asam yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Sayuran Brokoli

Sayuran Brokoli
Ilustrasi Sayuran Brokoli Credit: unsplash.com/Louis

Terakhir, jenis makanan yang satu ini berasal dari sayur-sayuran yakni, brokoli. Sayuran memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak karena mengandung sejumlah gizi dan nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak untuk sayuran brokoli.

Ini bukan berarti tidak boleh mengonsumsinya sama sekali, hanya saja asupannya perlu diperkecil karena mengkonsumsi brokoli dalam jumlah banyak dapat membuat perut anak menderita masalah pencernaan. Brokoli mengandung gula kompleks dan kandungan gas yang membuat tubuh akan terasa penuh dalam waktu lama. Oleh karena itu, batasi jumlah konsumsinya ketika ingin menyantap sayuran brokoli.

Lanjutkan Membaca ↓