5 Cara Pertolongan Pertama Ketika Terluka saat di Rumah

Anisha Saktian Putri06 Okt 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 06 Okt 2020, 08:30 WIB
Ilustrasi luka

Fimela.com, Jakarta Selama di rumah, terdapat berbagai kegiatan di mana kita perlu mempersiapkan diri. Misalnya, memasak, bekerja dan sekolah dari rumah hingga melakukan hobi.

Dalam melakukan kegiatan tersebut, sangat besar kemungkinan terjadi kecelakan kecil yang mengakibatkan luka. Data menunjukkan bahwa 36 persen luka terjadi di rumah, bahkan data ini sudah ada sebelum masa karantina di mana kita dianjurkan untuk tetap di rumah.

Saat terjadinya luka ringan tersebut, apa langkah pertama yang dilakukan? Melansir Hansaplast, berikut apa yang harus dipersiapkan di rumah.

1. Memiliki kotak Pertolongan Pertama

Ilustrasi kotak obat-obatan.
Ilustrasi kotak obat-obatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti gempa bumi. (Foto: pixabay.com)

Pertama-tama, pastikan sudah punya kotak Pertolongan Pertama (First Aid Kit) di rumah. Kemudian, simpan kotak Pertolongan Pertama di tempat yang mudah dijangkau agar bisa segera digunakan saat terjadi luka. Lalu, periksa Kotak Pertolongan Pertama di rumah apakah sudah lengkap isinya.

"Masih banyak orang yang belum memahami pentingnya kotak Pertolongan Pertama dan cara merawat luka yang tepat. Dengan memiliki pengetahuan tentang cara merawat luka yang tepat dan dengan memiliki perlengkapan Pertolongan Pertama yang memadai, tentu diharapkan penanganan luka yang baik dan tepat bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician.

Isi kotak pertolongan pertama diantaranya, Masker, Pembersih tangan (hand sanitizer), Sarung tangan latex (sekali pakai), Gunting, Pinset, Termometer, Obat tetes mata, Obat batukObat-obatan lainnya seperti untuk sakit kepala atau pun flu, Hansaplast Spray Antiseptik, Plester, Salep Luka , dan Kasa steril.

2. Membersihkan luka

Bersihkan luka menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik yang mengandung PHMB (Polyhexamethylene Biguanide), cairan antiseptik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa perih.

 

3. Lindungi luka

Ilustrasi luka
Ilustrasi luka (Foto: unsplash.com CDC)

Lindungi luka dari kotoran dan bakteri dengan Plester

4. Gunakan salep

Saat luka sudah mulai mengering, bantu sembuhkan luka lebih cepat dan cegah bekas luka dengan Salep Luka Hansaplast.

5. Hubungi medis jika dirasa perlu

Jika luka dalam dan menyebabkan banyak pendarahan, luka menunjukkan tanda infeksi seperti nanah dan bengkak, ada benda asing yang tertanam dalam kasus gigitan hewan atau manusia atau kontak dengan darah hewan, serta jika luka berada di area wajah segara hubung tim medis.

“Kita tidak bisa mencegah terjadinya luka, namun kita dapat selalu siaga dengan memastikan adanya kotak Pertolongan Pertama dengan isi yang memadai di rumah. Selain itu, jangan lupakan cara merawat luka yang benar agar luka cepat sembuh dan tidak terinfeksi,” ujar Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI), Sudirman Said.

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓