4 Mitos Pantangan Makanan saat Masa Kehamilan yang Dipercaya Banyak Orang

Imelda Rahma29 Sep 2020, 17:15 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 17:40 WIB
Kehamilan

Fimela.com, Jakarta Masa kehamilan memang menjadi kondisi yang rentan bagi setiap ibu hamil, itulah mengapa ibu hamil harus bisa menjaga diri agar kandungannya tetap sehat. Berbicara menjaga kandungan, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan beberapa pantangan yang dipercaya banyak orang dan wajib untuk diikuti agar kehamilan terjaga.

Pantangan-pantangan tersebut ada dalam berbagai bentuk, bisa berupa aktivitas, perkataan, bahkan asupan makanan yang dikonsumsi. Namun, kenyataannya ada sejumlah pantangan yang tidak benar atau tidak terbukti, hal tersebut akhirnya masuk menjadi mitos-mitos kehamilan yang pastinya perlu diketahui agar tidak terjebak pada mitos.

Menurut berbagai sumber, ada beberapa jenis makanan yang dilarang untuk dikonsumsi pada masa kehamilan, namun bukan karena alasan kesehatan tetapi karena kekhawatiran tertentu yang berhubungan dengan kepercayaan. Ada anggapan bahwa jika sang ibu hamil nekat mengonsumsinya, maka hal buruk dapat terjadi pada kandungannya.

Nah, untuk kamu yang penasaran, langsung saja simak informasi selengkapnya berikut ini. Dilansir dari Liputan6.com, Fimela.com akan mengulas 4 mitos pantangan makanan saat masa kehamilan yang dipercaya banyak orang.

Mengonsumsi Nanas Bisa Menggugurkan Kandungan

Mengonsumsi Nanas Bisa Menggugurkan Kandungan
Ilustrasi Nanas Credit: unsplash.com/Julien

Mitos pantangan makanan saat masa kehamilan yang pertama ialah buah nanas. Dari sekain banyak mitos dan pantangan yang beredar, asumsi tentang buah nanas dapat menyebabkan keguguran ini adalah yang paling sering dipercaya banyak orang. Padahal, nanas adalah pilihan yang aman dan sehat selama kehamilan. Seseorang mungkin telah mengatakan kepada kamu untuk menghindari buah ini karena dapat menyebabkan keguguran dini atau menyebabkan persalinan. Namun, ini hanya mitos.

Dilansir dari Healthline, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa nanas berbahaya selama kehamilan. Rumor tentang nanas adalah murni anekdotal. Nanas mengandung bromelain, sejenis enzim. Tablet Bromelain tidak direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan. Mereka dapat memecah protein dalam tubuh dan menyebabkan perdarahan abnormal.

Meskipun bromelain ditemukan dalam inti nanas, sangat sedikit yang benar-benar ada dalam daging nanas yang biasa dikonsumsi. Jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan mempengaruhi kehamilan. Pilih nanas yang benar-benar matang dan hindari nanas muda yang bisa menimbulkan sakit perut karena rasanya yang masam.

Mengonsumsi Es Bisa Menggemukkan Berat Badan bayi

Mengonsumsi Es Bisa Menggemukkan Berat Badan bayi
Ilustrasi Minuman Dingin Credit: unsplash.com/Markus

Kedua, mitos pantangan makanan saat masa kehamilan berikutnya ialah yang mengatakan bahwa mengonsumsi es dapat membuat berta badan bayi menjadi besar. Perlu diketahui bahwa besar kecilnya bayi sangat bergantung dari asupan makanan Ibu. Gemuk atau tidaknya bayi dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti genetika dan makanan. Minum es tidak secara langsung menyebabkan bayi tumbuh besar.

Namun, jika Ibu hamil sering mengonsumsi minuman manis berkalori tinggi dengan es, maka hal  ini dapat mengakibatkan kenaikan berat badan berlebihan selama masa kehamilan. Jadi, bukan es yang menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi, melainkan kandungan kalori yang terdapat pada es.

Tidak Diperbolehkan Mengonsumsi Ikan

Tidak Diperbolehkan Mengonsumsi Ikan
Ilustrasi Daging Ikan Credit: pexels.com/Huy

Selanjutnya, mitos pantangan makanan saat masa kehamilan yang ketiga ialah asumsi yang tidak memperbolehkan ibu hamil untuk mengonsumsi daging ikan. Ada yang percaya bahwa ikan dapat menyebabkan bayi lahir dengan bau amis. Ada pula yang beranggapan bahwa ikan dapat meracuni bayi. Tentu saja, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Faktanya bau amis yang timbul pada bayi adalah normal karena bayi lahir bersama air ketuban. Larangan untuk memakan ikan merupakan sebuah mitos saja. Sebaliknya, menurut seorang ahli kehamilan dan ginekologi, ibu hamil justru dianjurkan untuk memakan dua porsi ikan setiap minggunya.

Meski begitu, penting untuk memerhatikan jenis dan pengolahan ikan yang dikonsumsi saat hamil. Pastikan daging ikan yang dikonsumsi sudah dalam keadaan matang sehingga tidak ada bakteri yang ikut terbawa saat dikonsumsi.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa jenis ikan yang justru membahayakan kesehatan janin dikarenakan tingkatan merkuri yang tinggi, misalnya seperti ikan cucut, ikan hiu, maupun king makarel.

Momen Mengidam yang Wajib Dituruti

Momen Mengidam yang Wajib Dituruti
Ilustrasi Kehamilan Credit: unsplash.com/John

Keempat, mitos pantangan makanan saat masa kehamilan yang tidak kalah popular ialah ketika momen mengidam itu datang. Banyak yang percaya bahwa jika ibu hamil yang mengidam dan tidak terpenuhi keinginannya, bayi akan 'ngeces' atau 'ngiler'. Mitos ini membuat para ibu hamil memiliki alasan untuk menyantap apapun dalam jumlah banyak.

Padahal, faktanya 'ngeces' pada bayi adalah hal yang normal dan tidak dipengaruhi oleh makanan saat hamil. Ngeces dimulai setelah kelahiran dan mencapai puncaknya antara tiga dan enam bulan saat bayi menjadi lebih aktif. Ini normal, terutama ketika akan melalui proses tumbuh gigi, jadi para ibu sebaiknya  tidak perlu khawatir.

Lanjutkan Membaca ↓