Kisah Seorang Pria Harus Kehilangan Pekerjaan Sebagai Guru TK Lantaran Seluruh Anggota Badannya Bertato

Gayuh Tri Pinjungwati30 Sep 2020, 11:20 WIB
Diperbarui 30 Sep 2020, 11:30 WIB
guru mengajar

Fimela.com, Jakarta Sekolah bukan hanya tempat belajar akademis, tapi juga tempat belajar sosial. Seorang guru tidak hanya mengajar, mereka juga menginspirasi dan mendorong siswanya untuk menjadi versi terbaik mereka. Dan ini dapat memberikan dampak yang luar biasa pada bagaimana siswa berinteraksi dengan orang lain sekarang, dan di masa depan. Beberapa teladan kita yang paling berpengaruh dan mengubah hidup adalah guru.

Guru tentunya selalu memiliki cara dan ide untuk memberikan edukasi kepada anak didik mereka. Bahkan cara berpakaian pun juga menjadi sorotan yang harus menjadi contoh baik untuk anak. Tetapi, baru-baru ini seorang guru telah kehilangan pekerjaannya karena memakai tato di seluruh tubuhnya yang mungkin akan membuat siswa merasa ketakutan.

Melansir dari foxnews.com (30/9), seorang guru taman kanak-kanak bertato di Prancis, yang telah menghabiskan 500 jam di bawah jarum suntik saat ditato, kini dilarang mengajar anak-anak di bawah usia 6 tahun. Hal ini terjadi lantaran para orangtua mengeluh bahwa pria itu memberikan mimpi buruk kepada anak mereka.

Sylvain Helaine, seorang pria berusia 35 tahun ini mulai menutupi seluruh tubuhnya dengan tato setelah melalui krisis eksistensial pada usia 27 tahun saat bekerja di sekolah swasta di London. Tidak hanya menutupi bagian wajahnya dengan tinta, tetapi dia bahkan mengubah bagian putih dari matanya menjadi hitam.

Helaine Hanya Diperbolehkan Mengajar untuk Sekolah Dasar

guru
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Monkey Business Images

Tahun lalu, saat mengajar di taman kanak-kanak di Sekolah Dasar Docteur Morere di Palaiseau, pinggiran kota Paris, orangtua dari siswa berusia 3 tahun mengeluh kepada kepala sekolah. Meskipun putra mereka tidak diajar oleh Helaine, mereka mengaku bahwa putra mereka mengalami mimpi buruk setelah melihat guru bertato tersebut.

Helaine kemudian diberitahu bahwa dia tdak akan lagi mengajar di taman kanak-kanak. Seorang juru bicara mencatat bahwa siswa di bawah 6 tahun bisa takut dengan penampilannya. Helaine kecewa dengan tindakan kepala sekolah tersebut. Meski demikian Helaine masih bisa mendidik anak-anak berusia 6 tahun ke atas.

Meski memiliki tato adalah passion-nya, dia Helaine ingin tetap mempertahankan kariernya sebagai seorang guru di sekolah dasar. Ia juga mengaku bahwa murid dan para orangtua selalu asyik dengan Helaine karena merena mengenalnya dengan baik.

Harapan Helaine dari apa yang dilakukannya adalah sebagai pembelajaran bagi murid-murid tentang menerima orang yang berbeda. selain itu juga ia mengharapka ketika dewasa kelak murid-murid mereka bisa lebih berpikir terbuka.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓