Tragis, Bayinya Divonis Mati Otak Sang Ibu Tuntut RS namun Kalah Banding

Vinsensia Dianawanti09 Okt 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 09 Okt 2020, 12:30 WIB
Ilustrasi Bayi

Fimela.com, Jakarta Betapa hancur hati sang ibu begitu mengetahui bayi kesayangannya dinyatakan mati otak oleh dokter. Hal ini dialami oleh Ana Patricia yang kini bayinya berusia 10 bulan bernama Nick Torres dinyatakan mati otak di Texas, Amerika Serikat.

Tak terima bayinya dinyatakan mati otak, pihak keluarga pun menuntut rumah sakit memberikan alat penopang hidup untuk memperpanjang usia sang bayi.

Nick Torres dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di bak mandi. Ia pun dipindahkan dari unit perawatan intensif rumah sakit terdekat ke Rumah Sakit Anak Texas.

Dalam seminggu, dokter menyatakan Nick mati otak karena menemukan terjadi tanda-tanda kerusakan postmortem pada tubuh Nick. Seperti tanda-tanda organ yang progresif, termasuk gagal jantung.

Rumah sakit pun melakukan beberapa evaluasi. Hasilnya pun serupa yakni menunjukkan penghentian total semua aktivitas otak spontan. Sehingga Nick dianggap meninggal menurut medis.

Percaya bayinya masih hidup

Bayi Demam
Ilustrasi/copyright pixabay.com

Sebagai orangtua, Mario dan Ana Patricia pun percaya bahwa jantung putranya masih berdetak sendiri. Artinya ia memiliki kesempatan untuk hidup. Orangtua bayi ini menilai bahwa rumah sakit telah terburu-buru membuat pernyataan bahwa bayi mereka telah mati.

Direktur Medis Senior ICU Anak di Rumah Sakit Anak Texas dr. Matthew Musick menjelaskan bahwa kondisi perubahan fisiologis Nick tidak ada hubungannya dengan oksigen yang disediakan oleh ventilator. Selain itu, perubahan ini tidak dapat dihentikan atau diperlambat oleh ventilator atau layanan lainnya.

Putus asa dengan kondisi anaknya yang tidak menunjukkan perubahan, orangtua Nick akhirnya membawa masalah ini ke jalur hukum. Namun, hakim tidak memenuhi tuntutan orangtua Nick dan akan mengajukan banding demi menyelamatkan putranya.

Simak video berikut ini

#changemakerP

Lanjutkan Membaca ↓