Tragis, Anak 2 Tahun Harus Kehilangan Lengannya Karena Pelihara Hewan Liar Ilegal

Vinsensia Dianawanti14 Okt 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 14:30 WIB
Menyusui/mlg

Fimela.com, Jakarta Mengenalkan hewan pada anak bisa menjadi salah satu cara dalam tumbuh kembang anak. Namun, perlu pengawasan orangtua yang lebih ketat ketika seorang anak mulai bermain dengan hewan. Sehingga tidak mengalami kejadian yang dialami bocah berusia 2 tahun asal Michigan.

Seorang anak perempuan berusia 2 tahun bernama Sophia terluka parah setelah menggapai ke dalam kandang yang menampung hewan hibrida anjing serigala di pusat rehabilitasi hewan milik keluarganya. Petugas setempat mengatakan bahwa anak itu digigit hewan persilangan anjing dan serigala, setelah ia memasukan tangannya ke dalam kandang.

Namun pemilik tempat perlindungan yang merupakan nenek dari Sophia mengklaim bahwa cucunnya tidak digigit hewan peliharaanya. Melainkan lengan Sophia tersangkut di pagar.

 

Seorang anak harus kehilangan lengannya

ilustrasi fakta asi membuat bayi mudah tidur dan tidak mudah sakit/ Ksenia Chernaya/pexels
ilustrasi fakta asi membuat bayi mudah tidur dan tidak mudah sakit/ Ksenia Chernaya/pexels

Berdasarkan investigasi polisi, Sophia sebenarnya sangat tertarik dengan collar mengkilap yang digunakan salah satu anjing serigala. Kebiasaan anak yang tertarik akan sesuatu, Sophia langusng mengulurkan tangan untuk mengambilnya dari kandang hewan tersebut.

Setelah berhasil menggapai collar mengkilap, Sophia menarik untuk berlari dari kandang. Kemudian lengannya tersangkut di siku dan kehilangan lengannya. Pasalnya, gadis kecil tersebut tidak memiliki luka gigitan di lengannya. Dia memiliki satu luka kecil di pergelangan tangannya.

Beberapa minggu kemudian pusat rehabilitasi milik nenek Sophia tidak memenuhi syarat untuk memelihara hewan liar seperti anjing serigala ini.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓