Kisah Pilu, 3 Balita Menderita Kelainan Penyakit Jantung yang Berhasil Hidup dengan Transplantasi

Gayuh Tri Pinjungwati25 Okt 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 25 Okt 2020, 14:15 WIB
saudara kandung

Fimela.com, Jakarta Kesehatan anak menjadi hal yang sangat diperhatikan bagi setiap orangtua. Masa anak-anak sangat memiliki daya tahan tubuh yang belum terlalu kuat. Mereka mungkin akan sangat mudah terserang virus atau penyakit lainnya. Tetapi ini dapat juga menjadi penyakit bawaan saat ia masih berada di dalam kandungan. Seperti baru-baru ini 3 anak memiliki kelainan penyakit jantung yang membutuhkan transplantasi.

Melansir dari people.com (19/10), orangtua dari tiga anak ini sangat bersedih ketika semua anaknya yang masih balita didiagnosis dengan kondisi jantung langka yang mengharuskan mereka menjalani tranplantasi untuk menyelamatkan nyawanya.

Sara Siqueiros mengatakan bahwa dua tahun terakhir baginya dan suami mereka telah mengalami masa sulit saat anak-anak mereka satu putri, Isabel dan dua putra kembarnya  Jaxon dan Jason berusia 2 tahun itu didagnosis dengan kordiomiopati restriktif. Kondisi langka itu terjadi ketika ventrikel jantung menegang, sehingga sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan kemudian menyebabkan gagal jantung.

Setelah tiga kali transplantasi jantung berhasil, anak-anak tersebut sekarang memiliki kesempatan hidup kedua kalinya berkat donor organ dari tim medis rumah sakit anak. Isabel adalah orang pertama yang menjalani transplantasi jantung pada Meo 2018 dan saudara kembarnya diikuti dengan Jason yang menjalani prosedur pada Juni ini dan Jaxon pada September.

Dengan Tranplantasi, 3 Bocah Ini dapat Bertahan Hidup

saudara kandung
llustrasi/copyrightshutterstock/Olesia Bilkei

Menjelang transplantasi, Sara mengatakan ketiga anak tersebut tidak menunjukkan gejala kardiomiopati sampai mereka setidaknya berusia satu tahun. Dengan kasus Isabel, itu terjadi beberapa minggu setelah ulang tahunnya yang kedua pada Januari 2018. Saat itu Sara mengira bahwa Isabel menderita pneumonia. Beberapa hari kemudian kondisinya semakin memburuk dan membawanya ke rumah sakit dan dokter memberi tahunya bahwa Isabel menderita kelainan jantung.

Mengenai anak laki-lakinya, Sara mengatakan situasi mereka jauh lebih dramatis. Pada saat saudara perempuan mereka didiagnosis, Jaxon dan Jason baru berusia 9 bulan. Meskipun tidak menunjukkan gejala apa pun dari kondisi jantung, orangtua mereka telah memeriksanya tetapi tidak ada yang menunjukkannya. Itu semua berubah pada November 2019, tepat setelah ulang tahu pertama si kembar, ketika Jason mengalami serangan jantung mendadak pertamanya.

Setelah mengalami serangan jantung dan benar-benar melihat anak terbaring di rumah sakit, tidak bernapas, itu adalah kekhawatiran bagi Sara. Kardiomiopati restriktif adalah satu dari sejuta kondisi. Tetapi dokter mengira itu pasti genetik karena melihat dari riwayat ketiga anak yang memiliki penyakit yang sama. Kemudian dokter menuliskan data ketiga anak tersebut untuk masa depan mereka. Hal ini dilakukan untuk data jika suatu hari nanti terajdi sesuatu pada ketiga anak tersebut.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓