Tanpa Pakai Kekerasan, Ini 5 Tips Mendidik Anak Agar Mandiri

Karla Farhana21 Okt 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 21 Okt 2020, 20:00 WIB
[Fimela] Anak Mandiri

Fimela.com, Jakarta Kadang, sebagai orangtua, membantu anak melakukan kegiatannya sangat menyenangkan. Apa pun yang bisa kamu lakukan untuk bisa selalu dekat dengan si buah hati. Termasuk memakaikan pakaian, mencarikan pakaiannya, hingga menyiapkan makanan dan alat mandi. 

Namun, ternyata kebiasaan ini sangat buruk bagi tumbuh kembang anak. Terutama ketika kamu terus melakukan apa yang si buah hati bisa lakukan sendiri. Niatnya membantu dan meringankan beban anak, namun justru akan membawa keburukan bagi masa depannya. 

"Mengerjakan apa yang bisa dilakukan anak seakan memberikan tanda kalau kamu sebagai orangtua tidak percaya kalau anakmu bisa melakukannya dengan baik," kata psikolog Edmonton, Jeanne Williams, kepada Todays Parent. 

Selain itu, melakukan segalanya, termasuk tugas anak, tidak akan mendidik si buah hati. Selain tidak mandiri, anak akan tumbuh dengan cara selalu bergantung dengan orang lain. Untuk itu, berikut 5 tips mengajarkan kemandirian kepada anak sejak dini. 

1. Ajak Anak Bantu-Bantu

[FIMELA] Fimelahood Mindful Parenting: Belajar Jadi Orangtua yang Sadar Diri
Bagaimana caranya menjadi orangtua yang sadar diri? Temukan jawabannya di Fimelahood Mindful Parenting, 11 Juli 2019. (Sumber foto: unsplash.com/Jonathan Borba)

Mulanya, kamu tidak mungkin menyuruh anak langsung mengerjakan pekerjaan rumah. Sejak usia dini, cobalah untuk memulai didikan ini dengan cara mengajak anak membantumu bekerja di rumah. Seperti membereskan mainan, buku, melipat selimut saat bangun pagi, dan lain-lain. 

2. Bikin Daftar

Buat daftar pekerjaan rumah yang kamu rasa bisa dilakukan si kecil sendiri tanpa bantuanmu. Mulai dari melepas dan memakai pakaian, menyikat gigi, mandi, buang air, hingga membereskan mainan. Tanyakan kepada si kecil, mana tugas yang dia ingin coba lakukan sendiri tanpa bantuanmu. 

3. Sabar

Pada saat si kecil melakukan tugasnya, tentu kecepatannya tidak sebaik dirimu. Menyisir rambut saja mungkin akan membutuhkan waktu 10-15 menit buatnya. Jangan menyerah dan akhirnya kamu bantu. Kalau lama, make time! Kamu harus mengajaknya melakukan tugas tersebut lebih awal. 

4. Tidak Sempurna

Namanya juga anak kecil yang masih belajar, tentu pekerjaannya tidak akan sempurna. Bimbing dia untuk melakukan tugas sebaik mungkin. Kalau belum sempurna, kamu bisa membantu sedikit, atau ajak kembali anak untuk menyempurnakan tugas bersama-sama. 

5. Beri Dukungan dan Pujian

Meski itu tugasnya, pastikan kamu memberikan dukungan kepadanya. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, nak, sudah membereskan mainannya kembali ke tempat semula. Sekarang kamarmu jadi rapi, ya!" Juga, berikan sedikit pujian atas usaha dan pekerjaannya. 

#ChangeMaker

Simak video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓