5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Memukulnya

Gayuh Tri Pinjungwati24 Okt 2020, 16:15 WIB
Diperbarui 24 Okt 2020, 16:15 WIB
ibu dan anak

Fimela.com, Jakarta Memukul pantat anak adalah salah satu topik pengasuhan yang paling banyak diperdebatkan. Meskipun sebagian besar dokter anak dan pakar parenting tidak merekomendasikan memukul pantat, tetapi sebagian besar orang tua di seluruh dunia mengaku pernah memukul anak mereka.

Banyak orangtua, memukul pantat anak bisa menjadi cara tercepat dan paling efektif untuk mengubah perilaku anak. Namun, kenyataannya itu hanya dapat berhasil dalam jangka pendek. Tapi, penelitian menunjukkan hukuman fisik memiliki konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak. Jika Mom sedang mencari alternatif selain memukul, berikut ini beberapa cara untuk mendisiplinkan anak tanpa harus memberikan hukuman fisik.

Berikan Hadiah untuk Perilaku yang Baik

Daripada memukul anak karena tingkah lakunya yang salah, beri dia hadiah untuk perilaku yang baik. Misalnya, jika anak sering bertengkar dengan saudara kandungnya, buat sistem penghargaan untuk memotivasi mereka agar lebih akur.

Memberikan insentif untuk berperilaku dapat membalikkan perilaku buruk dengan cepat. Hadiah membantu anak-anak untuk fokus pada apa yang perlu mereka lakukan untuk mendapatkan hak istimewa, daripada menekankan perilaku buruk yang seharusnya mereka hindari.

Konsekuensi Alami

Konsekuensi alami  memungkinkan anak-anak belajar dari kesalahan mereka sendiri. Misalnya, jika anak  mengatakan bahwa mereka tidak akan memakai jaket, biarkan mereka keluar dan kedinginan, tetapi selama itu aman untuk dilakukan. Gunakan konsekuensi alami saat Mom mengira anak akan belajar dari kesalahannya sendiri. Pantau situasinya untuk memastikan bahwa anak tidak akan mengalami bahaya yang nyata.

Mengajarkan Keterampilan Baru

ibu dan anak
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images

Salah satu masalah utama memukul pantat adalah tidak mengajari anak bagaimana berperilaku lebih baik. Memukul anak karena mereka melampiaskan amarah tidak akan mengajari mereka cara menenangkan diri saat mereka marah lagi.

Anak-anak mendapat manfaat dari belajar cara memecahkan masalah , mengelola emosi, dan kompromi. Ketika orang tua mengajarkan keterampilan ini, masalah perilaku bisa sangat berkurang. Gunakan disiplin yang ditujukan untuk mengajar, bukan menghukum. 

Konsekuensi Logis

Konsekuensi logis adalah cara yang bagus untuk membantu anak-anak yang bergumul dengan masalah perilaku tertentu. Konsekuensi logis secara khusus terkait dengan perilaku buruk tersebut. 

Misalnya, jika anak tidak makan malam, jangan biarkan dia makan camilan sebelum tidur. Atau jika mereka menolak untuk mengambil truk mereka, jangan biarkan mereka bermain dengan mainan tersebut sepanjang hari. Menghubungkan konsekuensi langsung ke masalah perilaku membantu anak-anak melihat bahwa pilihan mereka memiliki konsekuensi langsung.

Berikan Pujian

Jika ada beberapa anak di dalam ruangan, berikan perhatian dan pujian yang maksimal kepada anak yang mengikuti aturan dan berperilaku baik. Kemudian, saat anak lain mulai bertingkah laku, beri mereka pujian dan perhatian juga.

Mendisiplinkan anak kekerasan pada fisik hanya akan membuat anak semakin memiliki sikap buruk. Pilih teknik mendisiplinkan anak dengan cara yang lebih baik ya Mom!

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓