5 Kebiasaan Anak Pintar di Sekolah

Novi Nadya19 Nov 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 19 Nov 2020, 19:28 WIB
mengajar anak anak

Fimela.com, Jakarta Pernah bertanya-tanya mengapa ada anak yang suka belajar dan mengerjakan tugas sekolah dengan tenang, sementara yang lain berjuang untuk untuk fokus mengerjakan tugas-tugas dasar dan membutuhkan pendampingan non-stop? Lantas setelahnya ada pelabelan anak pintar dan kurang pintar.

Meski tak diragukan jika ada faktor dasar genetik di dalamnya, semua anak seharusnya memiliki kemampuan untuk belajar dan berprestasi di sekolah. Psikolog dan penulis Release Your Inner Drive: Everything you Need to Know to get Good at Stuff Bradley Busch menunjukkan kebiasaan 'anak pintar' dan bagaimana orangtua bisa mengaplikasikan dalam membantu perkembangan anak mereka.

Melansir dari theschoolrun.com, ada lima kebiasaan yang dilakukan anak pintar baik di rumah maupun sekolah;

 

1. Percaya bisa berbuat lebih baik

mengajar anak
Ilustrasi mengajar anak-anak./Copyright shutterstock.com/g/GiantPixsPhotogarph

Anak-anak pintar memiliki mindset berkembang yaitu keyakinan mereka dapat melakukan lebih baik dengan bekerja kerja, berusaha, dan belajar dari kesalahan. "Menurut saya matematika sulit, jadi akan berusaha lebih giat lagi dan tidak menyerah," begitu pola pikir mereka.

Namun tak jarang juga yang sudah menyerah duluan pada tugas sekolah. "Saya tidak bisa matematika, jadi tidak ada gunanya mencoba," ujar Bradley.

Tips: Coba puji anak atas usahanya, bukan prestasinya. Daripada mengatakan "Saya tahu kamu tidak pandai matematika." ubahlah "Saya senang kamu bekerja keras untuk memahami soal matematika."

 

 

2. Membaca untuk kesenangan

Nggak Sulit Kok Maksimalkan Kegiatan Belajar Anak, 3 Website Ini Bisa Diandalkan
(c) Shutterstock

Bradley mengatakan penelitian menunjukkan jika membaca untuk kesenangan bermanfaat bagi pencapaian membaca, kemampuan menulis, pemahaman, keterampilan, tata bahasa, dan kosa kata mereka. Bagi anak yang mempunyai inisiatif membaca untuk kesenangan di waktu luangnya membawa keuntungan yang luar biasa untuk perjalanan pendidikannya. 

Tips: Jika anak tidak tertarik pada buku, belilah komik favorit atau berlangganan majalah anak-anak. Semua bacaan adalah bacaan yang baik.

 

3. Tidur cukup

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Billion Photos/shutterstock

Kurang tidur hanya membuat anak-anak uring-uringan dan banyak mengeluh yang berdampak nyata pada prestasi akademik mereka. Tidur sangat erat kaitannya dengan pembelajaran anak-anak, memori, dan kontrol emosional.

Anak-anak yang tidur teratur dan cukup di malam hari cenderung mendapat hasil nilai baik dalam ujian. Tidur nyenyak dan berkualitas akan memberikan efek positif pada pembelajaran dan pencapain mereka.

Tips: Buat aturan untuk tidak memegang gadget satu jam sebelum tidur. Jangan biarkan mereka menyimpan tablet, ponsel, atau laptop di kamar untuk menghindari godaan melek semalaman.

 

4. Tidak membandingkan diri mereka dengan anak-anak lain

ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Syda Productions/shutterstock
ilustrasi tips bereksperimen yang seru agar anak tidak bosan belajar sains/Syda Productions/shutterstock

Kita semua punya kecenderungan untuk membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain, jadi tidak mengherankan jika banyak anak meniru dan melakukan hal persis dengan temannya. Namun anak-anak pintar cenderung fokus pada pencapaian mereka sendiri ketimbang membandingkan diri dengan orang lain.

Tips: Jika memiliki lebih dari satu anak, cobalah berhenti membiasakan mereka. Daripada berkata "Kenapa kamu tidak menulis serapi kakakmu?" Coba katakan "Tulisan tanganmu benar-benar meningkat!".

 

5. Mereka tidak menunda-nunda

aktivitas montessori
Ilustrasi anak belajar menyusun./Copyright shutterstock.com/g/Chaay_Tee

Seperti orang dewasa, anak-anak juga suka menunda hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan. Tetapi anak-anak pintar menyadari jika menunda-nunda tidak akan membantunya.

Tips: Setel pengatur waktu selama 10 menit dan semangati anak untuk memulai tugas dengan janji mereka bisa istirahat saat bel berbunyi. Namun seringnya mereka ingin melanjutkan karena otak tidak suka meninggalkan sesuatu yang belum selesai.

Lanjutkan Membaca ↓