Faktanya, Banyak Orang Mengalami Tekanan Karena Tak Dapat Merayakan Natal Bersama Keluarga Besar

Gayuh Tri Pinjungwati27 Nov 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 27 Nov 2020, 13:15 WIB
natal

Fimela.com, Jakarta Pandemik COVID-19 mengubah banyak hal di tahun 2020. Hal ini membuat sebagian orang merasa stres dan penuh tekanan di tengah ketidakpastian. Banyak dari mereka harus menghabiskan waktu di rumah untuk mengisolasi diri untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pembatasan ini juga sulit bagi sebagian orang untuk merayakan beberapa hari besar. Seperti halnya lebaran kemarin, banyak orang yang tidak dapat berkumpul bersama dengan orang terdekat mereka untuk merayakan hari raya. Hal ini juga mungkin akan terjadi di perayaan Natal dan tahun baru 2020. Banyak orang yang kahwatir tidak dapat merayakannya bersama dengan orang tercinta karena adanya pembatasan sosial. Karena terlalu mengkhawatirkan hal tersebut, banyak orang yang merasa tertekan. Seperti berita baru-baru ini, sebuah survei menemukan bahwa, sebagian besar orang Amerika merasa stres karena pembatasan sosial membuatnya tidak dapat merayakan Natal seperti sebelumnya.

Melansir dari foxnews.com (27/11), selama 8 bulan pandemik virus corona terdapat lebih dari 59 juta orang terinfeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia, yang membuat musim liburan tidak terasa seperti dulu. Krisis kesehatan tidak hanya membuat orang Amerika merasa stres dan terputus tetapi juga merusak tradisi yang disayangi. Jajak pendapat, yang dilakukan melalui survei menenmukan bahwa kebanyakan orang Amerika mengkhawatirkan liburan yang akan datang.

Dalam jajak pendapat terhadap 1.031 orang dewasa lebih dari stengah reseponden mengatakan bahwa mereka akan melewatkan pertemuan Natal atau Hanukkah masing-masing sebesar 51% dan 53%. Bahkan lebih banyak responden sebanyak 68% mengatakan mereka mungkin tidak merayakan perayaan Tahun Baru.

Sebagian Orang Akan Memeriahkan Acara dengan Keluarga Kecil

Natal
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Lucky Business

Dan sebanyak 40% lainnya mengatakan mereka akan mengadakan pertemuan keluarga yang lebih kecil untuk liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara, 62% mengatakan mereka tidak akan dapat terlibat dalam kegiatan dan perayaan liburan tradisional, karena pandemi COVID-19. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah memperbarui panduan liburannya untuk mendesak agar tidak bepergian karena meningkatnya jumlah kasus virus korona di seluruh negeri.

Terkait bagaimana pandemi memengaruhi perasaan orang, survei 23andMe menunjukkan bahwa hampir separuh orang Amerika merasa lebih stres dan kurang terhubung dengan keluarga mereka, jika dibandingkan dengan tahun 2019. Terutama, responden Gen Z yang berusia antara 18-24 tahun adalah demografi yang paling tertekan di 59%.

Pandemi juga berdampak pada kekuatan fisik dan mental masyarakat. Sebanyak 38% dari responden mengatakan bahwa mereka mengkhawatirkan kesehatan mereka menjelang liburan, sementara 36% mengaku kurang tidur dan 34% mengaku kurang berolahraga. Sepertiga responden mengatakan mereka memiliki berat badan lebih dari yang mereka lakukan tahun lalu dan hampir sepertiga (32%) mengatakan mereka merasa lebih tertekan daripada tahun lalu.

Tetap jaga kesehatan ya Sahabat Fimela!

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓