5 Cara Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Nabi dan Al Qur’an

Imelda Rahma03 Des 2020, 22:15 WIB
Diperbarui 03 Des 2020, 22:16 WIB
Anak dan Orangtua

Fimela.com, Jakarta Anak sebagai titipan dari Allah SWT perlu dijaga, dirawat, dan dibimbing dengan baik agar kelak mereka akan tumbuh menjadi manusia yang bertakwa dan berguna bagi banyak orang serta senantiasa selalu menyebarkan kebaikan. Jika para orangtua ingin anaknya menjadi soleh dan soleha, maka sedari kecil bombing mereka sesuai dengan tuntunan Nabi.

Mendidik anak sesuai dengan aturan Islam dan anjuran Nabi akan menumbuhkan akhlak yang baik dan terpuji. Hal ini karena cara mendidik anak dalam Islam memerhatikan kelembutan dan kasih sayang sehingga anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah dicintai banyak orang.

Mendidik anak bukanlah perkara sepele yang mudah karena salah didikan sejak kecil akan membuat anak memiliki sifat dan karakter yang buruk. Oleh karena itu, lebih baik mendidik anak sesuai dengan tuntunan nabi dan juga Al Qur’an.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 cara mendidik anak sesuai dengan tuntunan Nabi dan Al Qur’an. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Memperdengarkan Al Qur’an Sejak Lahir

Memperdengarkan Al Qur’an Sejak Lahir
Ilustrasi Membaca Al Qur’an Credit: pexels.com/Abdullah

Cara mendidik anak sesuai dengan tuntunan Nabi dan Al Qur’an yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.

Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Alquran. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.

Memperkenalkan Dasar-Dasar Islam

Memperkenalkan Dasar-Dasar Islam
Ilustrasi Cara Mendidik Anak Credit: shutterstock.com

Cara mendidik anak menurut tuntunan Nabi dan Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.

Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".

"Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).

Mengajarkan Anak untuk Mengerjakan Sholat

Mengajarkan Anak untuk Mengerjakan Sholat
Ilustrasi Mengajarkan Anak Sholat Credit: shutterstock.com

Cara mendidik anak sesuai dengan tuntunan Nabi dan Islam berikutnya ialah memberi contoh dan mengajarkan sholat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudhu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.

Jika anak sudah terbiasa melihat orangtuanya sholat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.

"Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Mengajarkan Anak Belajar Puasa

Mengajarkan Anak Belajar Puasa
Ilustrasi Mengajarkan Anak Puasa Credit: shutterstock.com

Keempat, cara mendidik anak sesuai tuntunan Nabi dan Al Qur’an ialah dengan mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.

Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak  sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.

Membacakan Kisah Para Nabi

Membacakan Kisah Para Nabi
Ilustrasi Membacakan Kisah Nabi Credit: shutterstock.com

Cara mendidik menurut Islam yang kelima, sempatkanlah waktu untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya. Hal ini supaya anak dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.

Membacakan kisah suri tauladan para Nabi juga bisa berpengaruh pada pembentukan karakternya. Adapun waktu terbaik untuk membacakan kisah para Nabi ialah pada saat sebelum tidur.

Lanjutkan Membaca ↓