Mempertahankan Minat Menulis Anak di Era Digital

Annissa Wulan05 Des 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2020, 09:00 WIB
Ilustrasi anak menulis

Fimela.com, Jakarta Kemajuan teknologi telah memberi warna baru pada kehidupan semua orang. Dikatakan era digital karena memang kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi sangat berbeda dengan cara konvensional sebelumnya.

Namun, cara konvensional inilah yang justru berperan penting terhadap kualitas pembelajaran anak, salah satunya dengan menulis. Melalui rangkaian program "Ayo Menulis Bersama SiDU," SiDU melalukan sosialisasi digital kepada para guru dan orangtua di Indonesia mengenai pentingnya mempertahankan budaya menulis di buku tulis bagi anak.

SiDU melihat bahwa aktivitas literasi anak, yaitu menulis berkurang drastis selama masa pandemi ini. Sedangkan kompetensi anak di masa depan erat kaitannya dengan kebiasaan menulis yang dilakukan sejak kecil.

 

 

Pentingnya mempertahankan minat menulis pada anak

Ilustrasi anak menulis
Ilustrasi anak menulis. Sumber foto: unsplash.com/Santi Vedri.

Paparan gadget kepada anak selama proses pembelajaran jarak jauh tidak dapat dihindari. Namun, keselarasan dengan cara konvensional seperti menulis atau mencatat kembali hasil pembelajaran di buku tulis patut terus digalakan oleh semua pihak.

Dari sisi psikologis, menulis memiliki manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir. Menulis dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, dan meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambil menulis pelajaran.

Melalui aktivitas menulis, anak terbiasa mengontrol gerakan motorik dengan tekanan yang sesuai, serta memiliki persepsi visual yang baik. Anak juga dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui ide tulisan.

Pentingnya mempertahankan minat menulis pada anak

Ilustrasi anak menulis
Ilustrasi anak menulis. Sumber foto: unsplash.com/Les Anderson.

Selain itu, melalui merangkum atau membuat catatan pelajaran dengan gaya penulisan personal dapat meningkatkan daya ingat, dibadingkan jika anak hanya membaca atau menghafal. Ini diperkuat oleh riset yang dilakukan oleh Profesor Audrey van der Meer pada tahun 2017 tentang pentingnya aktivitas menulis, daripada mengetik.

Dalam risetnya, Profesor Audrey menggunakan teknologi Electroencephalography untuk merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak melakukan kegiatan mengetik dan menulis. Hasilnya mengungkapkan bahwa otak anak lebih aktif jika menulis, ketimbang mengetik.

Tidak hanya itu, menulis juga dapat meningkatkan sensimotorik anak. Banyak indra diaktifkan dengan menulis, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓