7 Ciri Bayi Sehat Mulai dari Mendengar Suara Hingga Mengganti Popok

Anisha Saktian Putri13 Jan 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 13 Jan 2021, 08:30 WIB
Mainan dan Peralatan Bayi

Fimela.com, Jakarta Setelah melahirkan, sebagai orangtua tentu mengharapkan anak-anak dalam kondisi yang sehat. Apalagi ketika bayi menangis, tentu sebagai orangtua kita merasawa khawatir.

Lalu bagaimana ciri-ciri bayi sehat? Berikut ulasannya, melansir Parents.com.

1. Bayi tenang saat menyentuh dan mendengar suara orangtua

Ini membuktikan bahwa orangtua memiliki hubungan yang baik. Serta menandakan bahwa si Kecil telah melalui proses adaptasi dengan lancar dan mulai merasa nyaman dengan lingkungannya yang baru. Agar tumbuh menjadi bayi sehat dengan perkembangan fisik dan emosional yang baik.

2. Mengganti 8-10 popok dalam sehari dan berat badan bertambah

Jika si kecil sering buang air kecil, maka ini menandakan bayi sehat karena mengonsumsi cukup cairan. Namun apabila ia tidak pipis atau buang air besar sebanyak itu, Ibu perlu waspada karena bisa jadi si Kecil kekurangan cairan dan jika terus dibiarkan bisa menyebabkan dehidrasi.

Bayi yang sehat adalah bayi yang cukup mendapatkan nutrisi sehingga berat badannya pun meningkat secara bertahap sesuai pertambahan usianya. Di 6 bulan awal hidupnya, bayi mengalami kenaikan berat badan sekitar 150-200 gram per minggu. Jadi lakukan pemeriksaan rutin ke pos yandu atau dokter anak.

3. Bayi pendiam dan memerhatikan beberapa kali setiap hari

Saat bayi diam dan waspada, mereka mencatat segala sesuatu di sekitar mereka dan memproses semua jenis informasi baru. Bayi mulai mengalami lebih banyak waktu tidur saat berusia sekitar 1 bulan. Saat itulah mereka bisa menetap sebentar dan menyerap lebih banyak isyarat visual.

4. Menoleh ke sumber suara

bayi menangis
Meredakan tangisan bayi./Copyright shutterstock.com

Bayi memang sudah bisa mendengar sejak lahir, tapi ia membutuhkan waktu untuk bisa membedakan suara satu dengan yang lain. Bayi yang sehat akan berusaha mencari sumber suara dengan menolehkan kepala dan terdiam beberapa saat untuk mendengarkan dengan lebih jelas.

5. Melirik pola, warna, dan gerakan

Pada 1 bulan, dia bisa melihat hingga 18 inci. Dan pada usia 2 bulan, sebagian besar bayi mulai melacak pola, warna cerah, dan objek yang berputar, seperti ponsel atau kipas. Mereka tidak memiliki penglihatan warna yang sempurna atau persepsi kedalaman yang baik, itulah sebabnya warna kontras cenderung menarik perhatiannya.

6. Melakukan kontak mata dan tersenyum

Momen pertama kontak mata dengan bayi biasanya datang saat berusia satu bulan, senyum pertama sekitar 2 bulan, berdengung saat 3 bulan, dan tertawa saat 4 bulan - dan tidak satu pun dari pencapaian ini yang datang terlalu cepat.

Semua interaksi ini menunjukkan bahwa bayi terhubung dengan orangtua dan menjadi lebih sadar akan lingkungannya. Semua perilaku ini merupakan indikator penting dari perkembangan bahasa awal.

7. Dapat menopang badannya sendiri

Saat si Kecil berusia 1 bulan ia sudah bisa menahan kepalanya sendiri walau tidak lama. Menginjak 3 bulan, ia akan semakin kuat untuk mengangkat kepalanya. Setelahnya, bayi sehat pun akan memasuki kemampuan untuk tengkurap, berguling, duduk, lalu berdiri.

Kemampuan ini menandakan otot-ototnya sedang mengalami peregangan sebagai bentuk bahwa tumbuh kembangnya sehat dan normal.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓