Ciri-ciri Bayi Dehidrasi Ringan dan Parah yang Perlu Diketahui Orangtua

Anisha Saktian Putri19 Jan 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 19 Jan 2021, 15:30 WIB
Ilustrasi Anak Dehidrasi

Fimela.com, Jakarta Perut bayi sangat kecil dibandingkan dengan anak-anak dan orang dewasa yang lebih besar, oleh karenya cadangan cairan dalam tubuh mereka lebih sedikit.

Meskipun demikian, bayi juga dapat terpapar suhu ekstrem atau kehilangan cairan karena muntah, diare, atau berkeringat, yang menyebabkan si kecil mengalami dehidrasi.

Agar orangtua lebih aware, berikut ini beberapa tanda-tanda dehidrasi pada bayi, melansir whattoexpect.com.

Jika bayi muntah, mengalami diare atau sakit, atau jika berada di luar ruangan dalam cuaca panas untuk waktu yang lama, orangtua harus memperhatikan dengan cermat tanda-tanda dehidrasi.

Ciri dehidrasi ringan

1. Kurang dari enam popok basah dalam 24 jam atau popok yang tetap kering selama dua atau tiga jam, yang mungkin merupakan tanda bahwa pengeluaran urin sangat sedikit.

2. Urine yang tampak lebih kuning tua dan lebih pekat

3. Selaput lendir kering atau bibir si kecil pecah-pecah.

4. Menangis tanpa air mata

5. Kulit tampak kering dan kendur (tidak memantul kembali saat ditekan dengan lembut)

6. Mata cekung dan anak terlihat lesu

Ciri dehidrasi parah

bayi menangis
Ilustrasi bayi menangis./Copyright shutterstock.com/g/chomnancoffee

Dalam kasus yang ekstrim, bayi membutuhkan perawatan segera dan mungkin memerlukan rehidrasi dengan cairan intravena (IV). Segera kunjungi dokter anak atau unit gawat darurat jika bayi memiliki ciri-ciri berikut:

Belum membuat popok basah selama enam jam atau lebih

Sangat cerewet

Sangat mengantuk

Memiliki tangan dan kaki yang dingin dan / atau bercak

Memiliki selaput lendir yang sangat kering (mulut kering, bibir pecah-pecah, mata kering)

 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓