Ajarkan 5 Hal ini Pada Anak agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Baiq Nurul Nahdiat01 Mar 2021, 12:35 WIB
Diperbarui 01 Mar 2021, 12:35 WIB
kekerasan seksual anak

Fimela.com, Jakarta Ada sebuah fakta yang sangat mengejutkan dari penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control (CDC) memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 6 anak laki-laki dan 1 dari 4 perempuan mengalami pelecehan seksual sebelum usia 18 tahun. Adapun yang lebih mengejutkan, menurut US Department of Justice, 10% pelaku pelecehan seksual adalah orang asing dan 23% pelakunya adalah anak-anak itu sendiri.

Sungguh ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan, karena pelecehan pada anak bisa terjadi di mana saja dan pelakunya bisa berasal dari mana saja, bahkan dari keluarga terdekat. Jadi penting bagi orangtua untuk menghidarkan anak-anak dari pelecehan seksual, karena akan sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan fisik dan mental mereka.

Di sini ada beberapa cara yang bisa dilakukan Sahabat Fimela untuk menghidarkan anak dari pelecehan seksual. Seperti apa tipsnya? Simak ulasan berikut ini, ya.

Ajarkan Nama Bagian Tubuh

Sebutkan bagian tubuh dan bicarakan tentangnya sejak dini pada anak. Gunakan nama yang tepat untuk bagian tubuh, atau setidaknya ajari anak apa arti sebenarnya dari bagian tubuh mereka.Usahakan untuk menghidari memberikan nama anggota tubuh pada anak menggunakan nama istilah, gunakanlah nama yang sebenarnya agar anak tidak kebingungan, misalnya vagina, penis, pantat, anus, payudara dan sebagainya. Merasa nyaman menggunakan kata-kata ini dan mengetahui artinya dapat membantu anak berbicara dengan jelas jika terjadi sesuatu yang tidak pantas.

Jelaskan Bagian Tubuh yang Bersifat Pribadi

anak dan orangtua
Ilustrasi/copyright shutterstock/polkadot_photo

Beri tahu anak bahwa ada bagian pribadi pada diri mereka yang tidak dapat dilihat dan disentuh oleh semua orang. Jelaskanlah, bahwa orangtua dapat melihat mereka telanjang, tetapi orang di luar rumah hanya boleh melihat mereka saat menggunakan pakaian. Jelaskan juga dalam kasus tertentu, seperti dokter dapat melihat mereka tanpa pakaian karena ayah dan ibu ada bersama mereka dan dokter tersebut bertujuan untuk pengobatan.

Ajarkan Mengenai Batasa Tubuh

Beri tahu anak tanpa basa-basi bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian pribadinya dan tidak ada yang boleh meminta mereka untuk menyentuh bagian pribadi orang lain. Orang tua sering kali melupakan bagian kedua dari kalimat ini. Pelecehan seksual seringkali dimulai dengan pelaku meminta anak untuk menyentuh mereka atau orang lain.

Ajarkan untuk Melarang Orang yang Ingin Mengambil Foto Pribadi Mereka

Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Louis

Yang satu ini sering dilupakan oleh para orang tua. Ada dunia yang sangat berbahaya di luar sana dari para pedofil yang suka mengambil dan menukar gambar anak-anak telanjang secara online. Ini adalah epidemi dan membahayakan anak. Beri tahu anak agar tidak ada yang boleh mengambil foto bagian pribadi mereka.

Ajarkan Anak untuk Berani Berkata Tidak

Beberapa anak merasa tidak nyaman mengatakan tidak kepada orang lain, terutama teman yang lebih tua atau orang dewasa. Beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa memberi tahu orang dewasa bahwa mereka harus pergi, jika dirasa sesuatu yang salah sedang terjadi atau membuat mereka tidak nyaman, dan bantu mereka berkata-kata agar bisa keluar dari situasi yang tidak nyaman tersebut.

Hal lain yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah anak-anak dari perlecehan seksual adalah dengan membuat anak bersikap terbuka atas apa yang mereka alami, jangan membiarkan mereka dijemput atau dibawa oleh orang asing dan jangan membukakan pintu pada siapa pun saat orangtua tidak ada di rumah. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓