Mendirikan Nirlaba Anti Bullying, Anak Berusia 8 Tahun Ingin Mengakhiri Penindasan

Fimela Editor05 Mar 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 05 Mar 2021, 17:30 WIB
Bullying

Fimela.com, Jakarta Seorang anak berusia delapan tahun asal Amerika Serikat, bernama Cavanaugh Bell mendirikan Cool & Dope, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memberantas penindasan dan mendukung orang-orang yang membutuhkan. Dibantu oleh sang ibu, tekadnya tersebut didorong dari pengalaman pribadi Bell yang pernah jadi korban bullying di sekolahnya.

Bell mengaku setelah mendapat penindasan di sekolah, ia berubah menjadi pendiam, berhenti makan, hingga timbul keinginan untuk bunuh diri. Tetapi Bell tidak hanya ingin menemukan cara bertahan dari penindasan, dia bertekad untuk menghentikan kebiasaan bullying ini.

Sebagai seorang ibu dari anak korban penindasan, sang ibu tentu mendukung usaha dan niat terpuji dari anaknya. "Saya merasa tidak hanya perlu untuk membantunya sembuh dari lukanya, tetapi juga perlu menemukan cara untuk mengakhirinya," ujar Llacey Simmons, dikutip Forbes.

Pengalaman Simmons sebagai wirausahawan, memberinya keterampilan dan pengetahuan untuk mendukung impian bell. Namun dalam hal inisiatif dan kampanye untuk Cool & Dope, anaknya lah yang memimpin.

Simmons membantu Bell mewujudkan idenya dengan strategi lima langkah yang mereka sebut sebagai 'proses MAGIC' yang meliputi Motivasi, Tindakan, Kedermawanan, Libatkan, dan Ubah yang diwujudkan dengan kampanye anti bullying sebagai langkah membuat perubahan.

 

 

Dedikasi Bell dan Ibunya Bersama Cool & Dope

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Cool & Dope (@cooldopeliving)

Proses MAGIC terbukti efektif, Bell berkesempatan menjadi pembicara di depan legislator kota, Negara Bagian, dan Federal dengan hasil yang baik. Di kampung halamannya, Gaihersburg, Maryland, pada 21 Februari akhirnya telah ditetapkan sebagai Hari Kesadaran Bullying dan 7 Oktober dihormati sebagai Hari Kesadaran Bunuh Diri Remaja.

Cool & Dope juga memberikan bantuan kepada komunitas yang membutuhkan selama pandemi Covid-19. Bahkan, Bell juga memberi sumbangan berupa makanan dan paket perawatan Covid-19 kepada lebih dari 10.000 orang.

Berkat dedikasi dan perjuangannya tersebut Bell menuai banyak dukungan tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga tokoh-tokoh publik seperti Barbra Stresand, Kamala Harris, hingga Romeo Miller.

Untuk memperluas jangkauan, Bell dan Simmons mengajak anak muda dan para orangtua bergabung bersama memberantas tindakan bullying. Cool & Dope juga membuka donasi melalui situs resmi mereka kepada para sukarelawan yang ingin membantu mendukung misi Bell bersama Cool & Dope.

“Misi kami selalu menjadi contoh untuk membantu orang lain melakukan kebaikan, karena kami tidak dapat mengubah dunia sendirian.” pungkas Simmons.

Di Amerika Serikat sendiri, seorang anak diintimidasi setiap tujuh menit. Dalam sebuah studi tentang dampak penindasan pada masa kanak-kanak menemukan bahwa insiden ini bisa menghancurkan masa depan sang anak.Anak-anak yang diintimidasi cenderung mengalami masalah kesehatan seperti sakit kepala, sakit perut, dan menderita insomnia. Mereka juga berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan depresi.

Lanjutkan Membaca ↓