Mengenal Tanda Si Kecil Happy, Ternyata Penting untuk Dukung Pertumbuhannya Moms

Wuri Anggarini07 Apr 2021, 18:07 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 18:24 WIB
Mengenal Tanda Si Kecil Happy, Ternyata Penting untuk Dukung Pertumbuhannya Moms

Fimela.com, Jakarta Siapa sih yang nggak ingin melihat buah hati kesayangan tumbuh dengan segudang prestasi membanggakan? Moms mungkin diam-diam menyimpan keinginan tersebut, sehingga mulai melakukan banyak cara untuk membantu Si Kecil mewujudkannya. Mulai dari mengajaknya ikut les dan kegiatan lain yang bisa mengasah kemampuan anak. Namun, satu penting yang sering dilupakan para orang tua adalah sudahkah Si Kecil tumbuh menjadi anak yang bahagia?

Masa kecil anak merupakan momen krusial, karena di sinilah aspek emosional anak akan terbentuk. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development yang ditulis oleh Greenough WT, Black JE, Wallace CS, disebutkan bahwa pengalaman dan momen yang hangat bersama orang tua dapat menjadi fondasi yang kuat dalam pembentukan orak anak. Hal ini penting untuk kesehatan mental di masa depan dan juga berpengaruh pada prestasi anak.

Jadi, kebahagiaan anak sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Yuk, kenali beberapa tanda si Kecil sudah bahagia yang wajib diketahui. Dan dukung terus tumbuh kembangnya agar ia grow happy.

Aktif dan Menunjukkan Mood Positif

Aktif dan Menunjukkan Mood Positif
credit via shutterstock

Tanda pertama yang menunjukkan Si Kecil bahagia adalah ia aktif dalam menjalankan kesehariannya dan menunjukkan mood yang positif. Menurut Katie Hurley, LCSW, pakar psikoterapi anak dan remaja menyebutkan bahwa anak-anak yang bahagia akan aktif bermain tanpa harus diinstruksikan orang tua. Dengan memiliki inisiatif bermain, artinya ia secara aktif membuat dirinya merasa happy.

Namun, tidak hanya aktif secara fisik saja, tapi Si Kecil yang happy juga ditunjukkan dengan penuh rasa penasaran. Ia mudah tertarik dengan apa yang terjadi di sekitarnya, contoh sederhananya tentang mengapa bisa hujan, bagaimana air bisa menjadi es batu, mengapa burung bisa terbang sementara kucing tidak, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ia celotehkan kepada orang tua dan orang lain di sekitarnya. Selain itu, anak-anak yang happy juga secara konsisten menunjukkan mood positif. Misalnya dengan menunjukkan keceriaan, mengajak orang tuanya untuk tertawa, serta tidak mendadak tantrum saat tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tumbuh dan Berkembang Sesuai Tahapan Usianya

Tumbuh dan Berkembang Sesuai Tahapan Usianya
credit via shutterstock

Setiap anak memiliki tugas perkembangan yang sesuai dengan usia dan kapasitasnya. Di usia 3 tahun misalnya, Center for Disease Control and Prevention atau CDC merangkum tahap perkembangan anak yang terbagi menjadi beberapa kriteria. Dari aspek sosial emosional, Si Kecil sudah bisa meniru orang lain, menujukkan afeksi kepada teman yang menangis, memahami idea kepemilikan sesuatu, dan secara perlahan bisa berjauhan dengan orang tuanya. Sementara dari sisi perkembangan bahasa, anak usia 3 tahun sudah bisa mengikuti instruksi sederhana, memahami nama-nama benda yang ada di sekitarnya, serta berkomunikasi dengan baik bersama orang lain.

Dari segi kognitif, anak usia 3 tahun umumnya sudah bisa menyusun puzzle, bermain dengan benda bergerak, dan meniru suatu gambar dengan pensil atau krayon. Nah, jika Si Kecil mengalami tahapan perkembangan yang sesuai usianya dengan optimal, juga menjadi tanda bahwa ia tumbuh sebagai anak yang happy karena kebahagiaan yang ia rasakan memberikan kontribusi positif pada tumbuh kembangnya.

Bersosialisasi dengan Baik dan Mampu Mengkomunikasikan Emosi

Bersosialisasi dengan Baik dan Mampu Mengkomunikasikan Emosi
credit via shutterstock

Seiring dengan perkembangan otak yang optimal pada anak-anak yang tumbuh happy dan penuh cinta, kecerdasan mereka pun terbentuk sejak dini. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan komunikasi sehingga Si Kecil bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan baik bersama orang-orang yang ada di sekitar mereka.

Selain kemampuan bersosialisasi, Si Kecil yang happy juga memiliki kemampuan mengkomunikasikan emosi atau apa yang dirasakannya. Nggak hanya saat ia merasa senang saja, tapi juga ketika ia merasa sedih atau pun takut. Jika ia belum bisa mengatakan dengan lugas, Moms bisa mengajarinya dengan bersikap terus terang. Misalnya membiasakan mengobrol tentang apa yang dirasakan Moms bersama anak. Dengan begitu Si Kecil bisa mengikutinya.

Jarang Sakit

Jarang Sakit
credit via shutterstock

Tahukah Moms kalau salah satu tanda anak merasa happy adalah tubuhnya yang jarang sakit? Yup, seiring dengan dirinya yang merasa bahagia, sistem kekebalan tubuh pun terbentuk dengan baik. Menurut dr. Shana Levine, MD, praktisi kesehatan dari Icahn School of Medicine New York City menjelaskan bahwa stress bisa memicu produksi hormon kortisol yang menyebabkan perubahan pada sistem metabolisme tubuh. Perubahan ini kemudian mempengaruhi sistem imunitas.

Sementara itu, menurut Deborah Rhodes, MD, praktisi kesehatan dari Mayo Clinic memaparkan bahwa stress juga bisa mempengaruhi gangguan sistem pencernaan yang umumnya terjadi pada anak-anak. Inilah yang membuat pentingnya anak-anak merasa happy agar tubuhnya selalu fit dan jauh dari penyakit.

Ternyata, Si Kecil yang grow happy sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya agar lebih optimal dan berprestasi di masa depan ya, Moms. Jadi, penting buat para orang tua memperhatikan tanda-tanda Si Kecil yang merasa bahagia di rumah.

Dalam rangka merayakan International Day of Happiness, LACTOGROW mempersembahkan e-book "The Science of Growing Up Happy", yang disusun oleh expert untuk dukung si Kecil #GrowHappy. Yuk, unduh secara gratis di The Science of Growing Up Happy Book atau temukan Happy Article lainnya yang bisa membantu mendukung agar si Kecil grow happy.

Lanjutkan Membaca ↓