Tips Memperkenalkan dan Mengajari Anak Puasa di Bulan Ramadan

Fimela Editor12 Apr 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 12 Apr 2021, 18:00 WIB
Ilustrasi anak puasa

Fimela.com, Jakarta Ramadan adalah bulan puasa dan ibadah, namun anak, ibu hamil atau menyusui dan orang sakit atau orang tua cenderung  dikecualikan dalam menjalankan puasa. Puasa menjadi kewajiban setelah anak mencapai usia remaja, yaitu sekitar usia 14 atau 15 tahun. Sebelum itu, orangtua bisa melatih mereka berpuasa dan mengajari mereka secara bertahap untuk membiasakan diri berpuasa sepanjang hari.

Banyak orangtua yang memiliki anak berusia sekitar 9 atau 10 tahun mengajarkan anaknya berpuasa. Mereka membiarkan mereka berpuasa sehari atau lebih di awal atau di akhir pekan. Pada saat mereka remaja, mereka mungkin telah belajar berpuasa dengan lebih mudah.

Beberapa orangtua juga membiarkan anaknya berpuasa sebelum usia tersebut karena seperti yang diketahui, anak-anak dengan mudah melihat orang dewasa dan ingin meniru mereka. Ini lebih tentang budaya daripada tentang agama sebenarnya, tetapi mungkin agak sulit bagi anak untuk dapat melakukannya.

Puasa tanpa makanan dan air memang tidak mudah. Tergantung pada waktu dan tempat, mungkin perlu waktu antara 15-18 jam sebelum bisa membatalkan puasa.

Kita pasti memiliki anak yang suka meniru orang tuanya. Termasuk kebiasaan saat bulan puasa. Dilansir dari jeddahmom.com, berikut ini adalah cara mengajari anak untuk puasa sejak dini.

Memperkenalkan puasa lewat video dan buku cerita

Banyak video ilustrasi yang bisa mendukung orangtua untuk mengedukasi anaknya mengenai puasa. Selain video buku cerita juga bisa digunakan.

Salah satunya adalah buku berjudul ‘ Amal’s Ramadan’. Buku ini ditulis oleh Amy MaranVille dan berasal dari serial yang sama dengan Amal’s Eid. Ceritanya tentang seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Amal yang menjalankan puasa pertamanya pada hari dia harus mengikuti perkemahan musim panas.

Ceritanya sangat cocok untuk anak-anak. Itu adalah pembuka percakapan yang baik untuk membuat anak mengerti tentang puasa.

Membaca buku ini membantunya memahami mengapa puasanya pada hari itu ide yang baik, dan di masa depan anak dapat mencoba lagi.

Berbicara tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat puasa

Ilustrasi anak puasa
Ilustrasi anak puasa. Sumber foto: unsplash.com/Daniel Chuncle.

Saat berpuasa, anak juga harus menjaga tingkah lakunya dan senantiasa menaati waktu ibadah yang berlaku. Jika ia belum mengerti coba bicarakanlah dan beri pengertian. Akan lebih baik jika membicarakan hal berpuasa dengan mencontohkannya kepada anak.

Jangan paksa anak untuk berpuasa

Ada beberapa keluarga dan teman yang bertanya kepada orangtua mengapa sang anak tidak berpuasa tahun ini dan ini adalah posisi yang canggung untuk mengatakan kepada mereka dengan sopan bahwa anak masih belum cukup umur. Jangan paksakan anak untuk berpuasa agar dilihat orang lain.

Anak akan tetap aktif

Dia akan merasa sulit dan di luar pemahamannya mengapa dia tidak boleh melakukan hal-hal tertentu. Dia bahkan mungkin menumbuhkan keengganan untuk berpuasa. Dia mungkin tumbuh dengan berpikir itu sebagai beban atau sulit. Oleh sebab itu, tunggu anak saat ia sudah siap memahami.

Libatkan anak dalam Bulan Ramadan dan beri contoh yang baik

Tunjukkan kepada mereka cara lain untuk terlibat dalam bulan yang penuh kemenangan. Buatlah mereka mencintai Ramadan. Ada banyak cara lain untuk melibatkan mereka dalam semangat bulan yang penuh berkah ini. Salah satunya dengan menyaksikan kedua orangtua dan mengikuti rangkaian sahur, salat, berbuka puasa. Buatlah anak memahami makna dari semua rangkaian agar kelak bisa ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

*Penulis : Adonia Bernike Anaya (Nia)

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓