5 Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Memukul

Baiq Nurul Nahdiat19 Apr 2021, 11:05 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 11:05 WIB
anak dan orangtua

Fimela.com, Jakarta Saat marah dengan perilaku anak yang buruk atau tidak disiplin, beberapa orangtua mungkin memilih untuk memukul atau memarah anak-anaknya. Padahal, kekerasan seperti itu tidak akan mengajarkan apa-apa untuk anak. Justru hal tersebut akan semakin menjauhkan anak-anak dari kedisiplinan dan menganggap bahwa berperilaku baik itu harus dengan kekerasan.

Daripada memukul, berikut adalah beberapa cara untuk mendisiplinkan mereka tanpa kekerasan. Langsung saja, simak ulasannya berikut ini.

1. Memberikan Waktu untuk Menyendiri

Memukul anak-anak karena perilaku buruk mengirimkan pesan yang beragam. Anak Anda akan bertanya-tanya mengapa orangtua boleh memukul mereka. Menempatkan anak dalam waktu menyendiri bisa menjadi alternatif yang jauh lebih baik.

Jika dilakukan dengan benar, waktu menyendiri mengajari anak-anak cara menenangkan diri, yang merupakan keterampilan hidup yang berguna. Mereka juga akan mulai belajar mengatur diri sendiri, mengekspresikan emosi mereka dengan tepat, dan membuat pilihan yang berbeda di masa depan.

2. Menghilangkan Hak Istimewa

anak dan orangtua
Ilustrasi/copyright shutterstock/polkadot_photo

Tujuannya bukan untuk menghukum anak agar tunduk, tetapi untuk membantu mereka belajar membuat pilihan yang lebih baik. Tetapi ini membutuhkan latihan.

Jika mereka membuat pilihan yang buruk, ajari mereka bahwa konsekuensinya adalah hilangnya hak istimewa. Kerugian harus terkait dengan perilaku. Misalnya, jika anak tidak disiplin mereka tidak boleh menonton televisi selama 24 jam atau kehilangan hak istimewa lainnya.

3. Mengabaikan Perilaku Buruk yang Ringan

Pengabaian selektif sebenarnya bisa lebih efektif daripada memukul. Ini tidak berarti orangtua harus berpaling jika anak melakukan sesuatu yang berbahaya atau tidak pantas. Tapi Anda bisa mengabaikan perilaku mencari perhatian.

Saat anak mencoba menarik perhatian dengan merengek atau mengeluh, jangan berikan itu kepada mereka. Anggaplah orangtua tidak bisa mendengarnya dan jangan merespons. Kemudian, saat mereka bersikap baik, kembalikan perhatian orangtua kepada mereka. Seiring waktu, mereka akan belajar bahwa perilaku sopan adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhannya.

4. Berikan Konsekuensi Logis

Kegagalan Adalah Proses Hidup
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/pixabay

Konsekuensi logis adalah cara yang bagus untuk membantu anak-anak yang bergumul dengan masalah perilaku tertentu. Konsekuensi logis secara khusus terkait dengan perilaku buruk tersebut.

Misalnya, jika anak Anda tidak makan malam, jangan biarkan dia makan camilan sebelum tidur. Atau jika mereka menolak untuk membereskan mainannya, jangan izinkan mereka bermain sepanjang hari. Menghubungkan konsekuensi langsung ke masalah perilaku membantu anak-anak melihat bahwa pilihan mereka memiliki konsekuensi langsung.

5. Berikan Imbalan untuk Perilaku Baik

Daripada memukul anak karena tingkah lakunya yang salah, beri dia hadiah untuk perilaku yang baik. Misalnya, jika anak sering bertengkar dengan saudara kandungnya, buat sistem penghargaan untuk memotivasi mereka agar lebih akur.

Memberikan insentif untuk berperilaku dapat membalikkan perilaku buruk dengan cepat. Hadiah membantu anak-anak untuk fokus pada apa yang perlu mereka lakukan untuk mendapatkan hak istimewa, daripada menekankan perilaku buruk yang seharusnya mereka hindari.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa cara untuk mendisiplinkan anak-anak tanpa memukul mereka. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓