Sukses

Parenting

Nutrisi yang Perlu Dipenuhi saat Hamil dan Setelah Melahirkan untuk Kesehatan Si Kecil

Fimela.com, Jakarta Membawa kehidupan baru ke dunia ini adalah perasaan yang luar biasa. Mom akan meningkatkan kemungkinan kehamilan dan bayi yang sehat dengan secara sadar mempromosikan kesehatan yang baik dan nutrisi yang tepat. Kesehatan dan kebahagiaan tercermin dalam kesehatan dan kebahagiaan anak. Oleh karena itu, Mom harus merencanakan nutrisi dengan baik. Nah, berikut ini adalah beberapa tips memenuhi nutrisi pra dan pasca kahamilan.

Nutrisi Pra-Kehamilan

Kehamilan adalah proses rumit yang membutuhkan berfungsinya beberapa organ tubuh dan kelenjar. Penting untuk mengetahui apa yang harus Mom makan dan apa yang tidak boleh dimakan untuk kesehatan reproduksi dan kesehatan yang optimal. Cara menjaga diri secara nutrisi akan memiliki efek jangka panjang terbesar pada kesehatan anak. Berikut ini adalah nutrisi pra-kehamilan yang perlu diketahui.

1. Zat Besi

Cadangan zat besi yang baik dapat membantu dalam pencegahan anemia pada tubuh ibu hamil dan memastikan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup dalam tubuhnya. Sumber zat besi terdapat pada biji wijen, bayam, kecambah, dan kacang-kacangan.

2. Kalsium

Kalsum dipercaya memberikan kekuatan tulang. Kalsium juga penting untuk pertumbuhan gigi dan tulang janin. Sumber kalsium bisa didapatkan dari susu, brokoli, yogur, keju dan olahan susu lainnya.

3. Asam Folat

Sebelum hamil, pastikan Mom memiliki jumlah asam folat yang tepat dalam tubuh karena ini mengurangi risiko yang terkait dengan cacat bawaan. Sumber asam folat bisa didapatkan dari kenari, kacang-kacangan, tomat dan lainnya.

Nutrisi selama Kehamilan

Pola makan seorang perempuan selama kehamilan berdampak signifikan pada perkembangan janin serta kesehatan ibu dan anak dalam jangka panjang. Karena makanan yang dimakan juga merupakan sumber nutrisi utama untuk bayi, penting untuk mengonsumsi makanan padat nutrisi.

Nutrisi Pasca Kehamilan

Mom sekarang memiliki tanggung jawab untuk memberi makan dengan baik, baik untuk diri sendiri sendiri maupun anak. Kebanyakan ibu, selama fase ini, cenderung mengabaikan kebutuhan mereka untuk mengasuh anak. Namun, perlu diingat bahwa konsistensi ASI dipengaruhi oleh makanan yang dimakan. Ini, pada gilirannya, akan berdampak signifikan pada nutrisi dan kesehatan bayi.

1. Protein

Seorang perempuan harus mengkonsumsi protein yang cukup selama menyusui untuk menjaga massa ototnya sendiri sambil tetap memberikan nutrisi yang cukup kepada bayinya melalui ASI. Jangan mengonsumsi suplemen protein apa pun tanpa berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter.

2. Vitamin dan Mineral

Untuk menyusui bayi, Mom akan menggunakan mineral dan vitamin yang sudah ada di tubuh. Akibatnya, Mom harus menyuplainnya lagi, jadi usahakan untuk mendapatkan vitamin dan mineral alami dari makanan.

3. Asam Folat

Membantu pembentukan sel baru di dalam tubuh. Makan kentang, brokoli, kenari, dan almond merupakan salah satu sumber asam folat yang baik untuk tubuh.

4. Zat Besi

Zat besi berguna untuk menjaga kadar hemoglobin dan membantu mensuplai oksigen ke sel-sel dalam tubuh. Makan kurma, fenugreek, bit, dan sayuran berdaun hijau tua seperti bayam mengandung banyak zat besi.

5. Kalsium

Penting untuk kesehatan tulang dan pertumbuhan gigi. Dengan tidak adanya cukup kalsium dalam makanan, ASI akan mendapatkannya dari tulang, membuatnya lemah dan dapat menyebabkan osteoporosis di kemudian hari. Ambil produk susu jika tidak intoleran laktosa, ragi, bayam, kacang-kacangan dan kacang-kacangan.

Nah, berikut tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi nutrisi bagi Mom yang hamil dan setelah melahirkan. Tetap perhatikan makanan yang dikonsumsi ya Mom, karena itu memengaruhi nutrisi yang didapatkan si kecil dari ASI.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading