8 Kebiasaan Buruk Ini Sering Dilakukan Single Parent yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

Gayuh Tri Pinjungwati04 Mei 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 08:15 WIB
Ibu dan anak

Fimela.com, Jakarta Ibu tunggal atau single parent harus melakukan banyak hal sendirian. Dari pekerjaan hingga manajemen rumah hingga membesarkan anak-anak, ada banyak tanggung jawab di pundak mereka. Saat melakukan tugas tersebut, mereka sering mengabaikan kesehatan mentalnya. Akibatnya, mereka menjadi stres, cemas, kelelahan, atau depresi. Jadi, berikut ini adalah kebiasaan terburuk yang merusak kesehatan mental semua ibu tunggal.

Tidak Memperhatikan Diri Sendiri

Naluri pertama seorang ibu, terutama bagi orang tua tunggal, adalah memberikan segalanya kepada anaknya. Namun karena salah satu bagian cinta dari ayahnya sedang terabaikan, sehingga dapat menimbulkan rasa bersalah dalam diri dan merugikan Mom. Akibatnya, Mom mencoba memberi anak segalanya dengan mengabaikan diri sendiri. Seharusnya tidak demikian, perhatikan diri juga.

Melakukan Semuanya Sendiri

Mom mungkin orang tua tunggal tetapi tidak sendiri. Bukan Mom yang menentang dunia, jadi carilah bantuan dari orang tua, kerabat, tetangga, dan kelompok pendukung orang tua tunggal yang tidak hanya membantu membesarkan anak dengan mudah, tetapi juga menangkal perasaan kesepian.

Tidak Mencari Bantuan Profesional

Sangat bersahaja dan kurang dimanfaatkan, kita sering lupa bahwa ada profesional terlatih yang dapat kita mintai bantuan. Baik itu perceraian atau kematian, terapis tahu persis apa yang harus dilakukan dan dapat sangat membantu ibu tunggal.

Tidak Memiliki Rutinitas

Mom tidak menjaga rutinitas dan ini adalah salah satu kesalahan terburuk yang dapat dilakukan oleh seorang ibu tunggal. Jaga diri tetap pada rutinitas yang benar. Mulai dari makan, bekerja hingga tidur, berolahraga, dan menghabiskan waktu bersama anak, semuanya harus dilakukan secara rutin.

Tidak Memberi Diri Waktu untuk Berduka

ibu dan anak
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Janon Stock

Setiap orang berduka dan merehabilitasi pada kecepatan yang berbeda, tetapi sangat penting untuk tidak menghindari atau melewatkan proses ini dengan paksa. Sekali lagi, carilah terapi yang dapat memandumu melalui proses ini daripada memendam atau menundanya.

Salah Mengelola Keuangan

Mom mungkin menghasilkan uang sendiri atau menerima tunjangan anak, tetapi jika baru dalam mengelola keuangan, Mom mungkin tidak punya uang sama sekali di akhir tahun. Jadi, rencana keuangan sangat penting bagi ibu tunggal. Ini tidak hanya akan memperlancar hidup tetapi juga akan membantu dalam menabung.

Tidak Berkomunikasi dengan Anak

Anak-anak dapat menarik diri dari emosi seperti halnya orang dewasa. Jadi, membangun komunikasi yang konstan dengan anak akan menghindari trauma mental jangka panjang bagi seorang ibu tunggal.

Menjadi Negatif dan Mengeluh

Terguncang oleh insiden kehidupan yang menghancurkan dapat membuat Mom terus-menerus merasa negatif, tetapi Mom harus melawannya. Jadi, jangan mengeluh tentang mantan suami kepada anak-anak atau terlibat dalam perilaku pesimis lainnya karena dapat mengganggu kesehatan mental.

Tetap ya Mom, jika membutuhkan seorang profesional, Mom dapat mengunjungi dokter. Ini cukup membantu dalam mengelola emosi yang mungkin sulit dihadapi.

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓