Pembagian Rapor Drive Thru Vs Online di Tengah Pandemi

Novi Nadya16 Jun 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 07:30 WIB
anak sekolah online

Fimela.com, Jakarta Beberapa sekolah di berbagai daerah sudah melakukan pembagian rapor yang dilakukan secara tatap muka lewat sistem drive thru. Salah satunya SD Darul Hikam, Bandung, Jawa Barat yang membagikan rapor pada 500 muridnya pada Selasa (15/6).

Pembagian rapor drive thru memang bukan hal baru. Tahun lalu juga sudah diberlakukan untuk meminimalisir interaksi dan mencegah kerumunan.

 

"Tahun lalu juga bagi rapor sudah drive thru. Tahun ini juga, jadi sudah dua tahun berturut-turut," ujar Disty, ibu dua anak saat ngobrol dengan Fimela.

Jika biasanya momen pembagian rapor menjadi ajang interaksi guru dan orangtua murid untuk mengetahui perkembangan anak-anaknya, hal itu tidak bisa dilakukan saat drive thru. Karena durasi tiap orang yang dibatasi agar tidak terjadi antrean.

"Tapi kalau ada orangtua yang mau konsultasi tentang isi rapor atau perkembangan anaknya akan dijadwalin untuk video call sama wali kelas. Tahun lalu juga begitu," lanjutnya.

Pembagian Rapor Online

Ilustrasi sekolah online
Ilustrasi sekolah online. Sumber foto: unsplash.com/Tran Mau Tri Tam.

Selain drive thru, opsi pembagian rapor online juga dilakukan selama pandemi. Pilihan ini lebih minim risiko lagi karena tidak perlu ke luar rumah. 

"Tahun ini bagi rapornya online via Zoom. Dokumen rapor juga dikirim softcopy-nya," ujar Tika.

Bagi rapor online juga lebih praktis dibanding drive thru. Namun tentu masing-masing punya kekurangan dan kelebihan.

"Kalau drive thru anak-anak bisa sekalian ketemu guru-guru bisa lepas kangen tapi harus ke luar rumah. Kalau online lebih ringkas tapi tidak ada interaksi langsung," lanjutnya.

Simak Video Berikut

#Elevate Women 

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 3 AGUSTUS 2021