Sukses

Parenting

6 Perilaku Orangtua yang Jadi Contoh Buruk untuk Anak

Fimela.com, Jakarta Setiap orangtua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Namun, tanpa disadari beberapa perilaku orangtua menjadi contoh yang buruk untuk anak.

Perlu diingat, orangtua adalah role model bagi si kecil. Maka sudah sewajarnya anak mencontohkan hal-hal yang dilakukan orangtuanya.

Oleh karena itu, orangtua perlu waspada dalam berperilaku dan bertindak. Seperti beberapa kebiasaan ini yang jika dilakukan dapat membuat anak berperilaku buruk. Dikutip dari Times of India dan Very Well Family, berikut ini penjelasan selengkapnya.

 

1. Bersikap tidak sopan

Bersikap tidak sopan dan kasar kepada orang dewasa lain adalah kebiasaan buruk yang dapat dengan cepat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak kamu akan tumbuh dengan perilaku yang serupa.

Oleh karena itu, berusahalah untuk selalu menunjukkan sopan santun saat berinteraksi dengan anak maupun orang lain agar si kecil bisa belajar. Ucapkan pula kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” kepada siapapun orang yang kamu temui.

2. Membentak

Mengancam, membentak, melakukan kekerasan untuk mendisiplinkan anak bukanlah solusi terbaik. Justru, hal ini akan berdampak pada masalah perilaku anak jangka panjang.

Alih-alih melakukan kekerasan, cobalah ajari mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleb dilakukan. Berikan sanksi keras jika mereka melanggar.

3. Mengabaikan perilaku buruk anak

Memilih mengabaikan perilaku anak dan membelanya akan berdampak pada perilaku si kecil. Anak akan tumbuh kurang menghargai orang lain. Anak juga akan banyak menuntut karena merasa dirinya dispesialkan.

Oleh karena itu, hentikan segerap perilaku buruk anak sekecil apapun agar tidak menjadi kebiasaan. Beri si kecil pengertian mengape perilaku tersebut tidak baik dan harus diubah.

4. Mengikari janji

Bagi working parents, ada kalanya orangtua harus mengubah rencana kegiatan bersama anak karena pekerjaan. Hal ini secara tidak langsung akan menimbulakan kekecewaan yang besar pada anak. Alih-alih mengabaikannya, beri mereka pengertian dan jelaskan alasannya.

 

5. Tidak konsisten

Si kecil merengek karena dilarang makan permen, lalu kamu malah memberikan permen padanya dengan alasan tidak tega. Bertindak tidak tegas dan tidak konsisten justru mendorong anak bersikap buruk.

Sebab, sikap ini akan dipahami oleh si kecil bahwa kamu tetap akan menuruti keinginanya jika anak merengek.

6. Tidak menepati konsekuensi

Pernahkah kamu membuat ancaman kosong? Misalnya dengan melarang anak menonton TV di larut malam dengan konsekuensi akan mengurangi waktu menonton TV.

Namun kemudian, kamu tidak melakukan konsekuensi tersebut. Jika kamu terbiasa melakukan ini, si kecil akan dengan mudah pula mengabaikan perintahmu karena mereka menilai kamu tidak akan melakukan konsekuensi tersebut.

#Elevate Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading