5 Cara Mengatasi Sikap Manja pada Anak agar Lebih Mandiri

Baiq Nurul Nahdiat21 Jul 2021, 15:45 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 15:45 WIB
anak kecil manja

Fimela.com, Jakarta Pola asuh orangtua sangat menentukan kemandirian anak, anak-anak berusia 2-4 tahun sebenarnya sudah bisa diajarkan untuk mandiri. Mengajarkan anak-anak mandiri tak musti harus dari hal-hal besar, karena bisa diajarkan dari hal paling dasar, misalnya buang air dengan mandiri, belajar makan sendiri, atau membereskan mainan mereka sendiri, dengan begitu anak-anak akan terlatih memenuhi kebutuhannya tanpa mengandalkan orang lain. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi anak yang manja agar mandiri dalam keseharian.

1. Bersikap tegas pada anak

Banyak orangtua menghindari keributan dengan anak, sehingga semua permintaan anak dituruti begitu saja. Sikap seperti ini sebenarnya yang menumbuhkan sifat manja pada anak. Jadi anak butuh untuk diberikan ketegasan, tegas tak berarti keras dan membentak. Misalnya saat anak-anak menangis meminta dibelikan mainan, orangtua harus menunjukkan bahwa ia konsisten, sekalipun anak menangis itu bukan berarti harus menuruti kemauannya. Karena jika dituruti terus, mereka akan menjadikan menangis sebagai senjata.

2. Tidak selalu membantu

agar anak tidak manja
Mendidik anak supaya tidak manja./Copyright shutterstock.com

Orangtua harus dapat mengidentifikasi mana kegiatan anak yang perlu dibantu, dan mana yang bisa ia lakukan sendiri. Misalnya, berikan kebebasan pada si Kecil untuk makan sendiri, memilih baju sendiri, dan membereskan mainan sendiri. Orangtua dapat memberikan bantuan pada kegiatan yang memang perlu keterlibatan orang dewasa, seperti memotongkan kertas, mengambilkan makanan atau menyiapkan peralatan sekolah.

3. Biarkan anak-anak terlibat

Jika ingin anak-anak tumbuh menjadi mandiri dan tidak manja, maka orangtua harus mulai melatih anak dengan membiarka mereka terlibat dalam pekerjaan rumah tangga dan sebagainya. Misalnya saat ibu memasak, biarkan mereka membantu memotong sayuran, saat orangtua membersihkan rumah biarkan mereka menyapu dan seterusnya.

4. Lakukan dialog sebelum tidur

anak tidur
Ilustrasi/copyrightshutterstock/DONOT6_STUDIO
anak dan orangtua
Ilustrasi/Shutterstock.com/imtmphoto

Ini adalah bagian dari komunikasi, setiap anak berhak mendapatkan penjelasan dari semua keputusan orangtua agar ia paham dan puas. Jadi, usahakan sebelum tidur, lakukan pembicaraan dengan mereka. Misalnya, jelaskan mengapa orangtua harus membiarkan mereka mengerjakan tugasnya sendiri, tidak membelikan mainan, atau menegur saat anak melakukan kesalahan.

5. Berikan pujian

Saat anak-anak mampu mengerjakan tugas sekolah, pekerjaan rumah atau hal mandiri lainnya, berikan mereka apresiasi yang sepadan, baik dengan pujian atau hadiah. Dengan memberikan apresiasi, anak-anak dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan merasa bahwa hal yang mereka lakukan itu benar.

Orantua perlu mengingat membuat anak-anak menjadi mandiri dan tidak manja bukan berarti karena orangtua tidak sayang. Mungkin orangtua harus tega dan membiarkan anak merasa tidak nyaman, tetapi ini hanya sementara waktu. Karena kelak saat ia tumbuh menjadi remaja dan dewasa pengalaman yang mengajarkan kemandirian akan sangat berharga bagi anak.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 2 AGUSTUS 2021