Pentingnya Membangun Karakter Anak Peduli Lingkungan sejak Dini

Annissa Wulan04 Agu 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 19:30 WIB
Pentingnya Membangun Karakter Anak Peduli Lingkungan sejak Dini

Fimela.com, Jakarta Orangtua berperan penting dalam pembentukan karakter anak, termasuk dalam hal peduli lingkungan. Dalam rangka Hari Anak Nasional 2021, PT Wasteforchange Alam Indonesia yang juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI baru saja menyelenggarakan webinar bertajuk "Ajak Anak Pilah Smpah, Yuk!"

Persoalan lingkungan dan sampah di Indonesia berfokus pada kesadaran masyarakatnya. Menurut data dari Biro Pusat Statistik di tahun 2018, ada 72% masyarakat Indonesia yang tidak peduli terhadap persoalan sampah.

Melihat hal ini, maka ada 3 hal yang sebenarnya bisa dilakukan oleh orangtua untuk anak, yaitu menyampaikan literasi tentang mengurangi sampah dan mengatasi persoalan sampah dari sumbernya, membangun budaya dan menerapkan gaya hidup minim sampah, serta mengurangi sampah sisa makanan dengan cara membiasakan diri menghabiskan makanan. Sedangkan dari sisi psikologis klinis, membentuk perilaku anak yang peduli lingkungan bisa dilakukan dengan menerapkan konsep 3R, yaitu Routine, Ritual, dan Rules.

 

Pentingnya membentuk karakter anak peduli lingkungan sejak dini

Pentingnya Membangun Karakter Anak Peduli Lingkungan sejak Dini
Persoalan lingkungan hidup erat kaitannya dengan perilaku, kultur, dan karakter masyarakatnya, sehingga inilah pentingnya mengajarkan anak tentang menjaga lingkungan hidup, sejak dini.

Orangtua harus mulai menciptakan kebiasaan bersama anak yang berhubungan dengan merawat lungkungan, misalnya memilah sampah setiap hari. Selain itu, ritual tersebut juga sebisa mungkin dibuat menarik untuk anak, serta melibatkan anak dalam membuang sampah di tempat sampah terpilah.

Psikolog Klinis Anak dari Rumah Dandelion Reti Oktania M.Psi menjelaskan bahwa sebaiknya memulai dengan contoh, lalu do with prompt, karena anak masih perlu diingatkan secara verbal dan visual. Terakhir adalah memberikan apresiasi yang spesifik, seperti menyampaikan terima kasih setelah anak berhasil menghabiskan makanan atau memilah sampah.

Praktiknya, Founder Zero Waste Indonesia Maurilla S. Imron menjelaskan bahwa ada banyak kegiatan sederhana yang bisa dieksplorasi bersama anak. Persoalan sampah berkaitan erat dengan kultur, perilaku, dan kesadaran, sehingga membangun karakter anak sejak dini adalah investasi penting yang bisa dilakukan untuk menjaga kehidupan generasi di masa depan.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela