Sukses

Parenting

11 Aktivitas Indoor untuk Anak 2 Tahun Mudah dan Melatih Kecerdasaan Otak

Fimela.com, Jakarta Setelah si kecil merayakan ulang tahun keduanya, ia akan mengalami perubahan besar dalam intelektual, fisik, sosial, dan emosional yang akan membantunya memahami dunia. 

"Tahap dari 2 sampai 3 adalah utama karena bahasa benar-benar mulai berkembang. Anak-anak juga mulai menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang mandiri dan secara aktif menjelajahi dunia mereka,” ujar Robert Myers, Ph.D., seorang psikolog anak dan remaja, pendiri Child Development Institute, dan asisten profesor klinis Psikiatri dan Perilaku Manusia di  Universitas California, Fakultas Kedokteran Irvine kepada Parents.com

Dr Myers menambahkan bahwa orangtua dapat memberikan dorongan dan dukungan yang memungkinkan anak untuk menguasai tugas-tugas perkembangan utama.  Misalnya, mereka dapat memperkenalkan anak-anak pada kegiatan belajar langsung.

"Selalu lapisi aktivitas dengan banyak bahasa, interaksi, dan permainan imajinatif. Perkembangan anak datang melalui portal hubungan dengan orang tua atau pengasuh,” papar Cohen Leiderman, Ph.D., dekan Mailman Segal Center for Human Development di Nova Southeastern University, dan rekan penulis Let's Play and Learn Together.

Untuk itu, cobalah kegiatan belajar sambil bermain sederhana ini untuk anak usia 2 tahun di rumah. Berikut beberapa permain yang bisa dimainkan anak di rimah.

1. Berdandan

Bermain dress up atau berdandan bisa menjadi permain mudah, orangtua hanya perlu mengeluarkan setumpuk pakaian dan biarkan anak bermain dengan mencoba berbagai pakaian tersebut. Biarkan anak bak model yang sedang ada di ajang fashion show. 

“Orangtua dapat berpartisipasi, tetapi bagus untuk mendorong permainan kelompok dengan dua atau tiga anak lain seusia mereka," saran Dr. Myers.

Keterampilan yang dipelajari: Kreativitas, imajinasi, keterampilan bahasa, dan perkembangan sosial 

2. Bermain Crayon

Hal paling mudah ialah berikan anak crayon untuk dirinya menggambar. Atau biss juga mengisi tas dengan crayon.  Tapi perlu diingat orangtua harus mendampingi, sebab biasanya anak akan memasukan apapun ke dalam mulut mereka.

Keterampilan yang dipelajari: Perencanaan motorik, kreativitas

3. Sembunyikan Mainan

Untuk aktivitas dalam ruangan yang mudah bagi anak berusia 2 tahun, sembunyikan mainan di suatu tempat di rumah, dan minta anak untuk menemukannya. Orangtua juga dapat menggunakan senter untuk mencari atau menyembunyikan beberapa objek sekaligus agar lebih seru.

Keterampilan yang dipelajari: Mendengarkan, memecahkan masalah, keterampilan sosial, dan memori

4. Buat Kotak Surat

Buat kotak surat dengan mendekorasi kotak sepatu tua atau kotak kardus dan memotong celah di atasnya. Isi dengan junk mail untuk dibuka oleh anak Anda.

"Ini tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik halus saat ia membuka amplop dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, orangtua dapat menggunakannya untuk mengajarkan konsep dasar anak," kata Dr. Leiderman.

"Bicara tentang gambar, warna, dan huruf; bantu dia menyortirnya berdasarkan ukuran, bentuk atau warna; atau hitung potongannya, juga bisa melapisi permainan imajinatif dengan bermain kantor pos, atau bermain toko dengan kupon,” tambahnya.

Keterampilan yang dipelajari: Mengembangkan pemahaman tentang konsep dasar, keterampilan motorik halus

5. Membayangkan sebuah perahu

Setelah balita duduk di atas handuk atau selimut, tarik dia dengan lembut ke sekeliling ruangan. Berpura-pura selimut adalah kereta atau perahu dan bahwa berhenti di tempat yang berbeda, seperti kebun binatang, toko kelontong, atau restoran favorit. Aktivitas untuk anak usia 2 tahun di rumah ini juga akan meningkatkan keseimbangannya!

Keterampilan yang dipelajari: Keseimbangan dan imajinasi

6. Menggambar Tubuhnya

Mintalah anak berbaring di selembar kertas besar dan telusuri garis tubuhnya. "Karena anak harus berbaring diam untuk dilacak, dia belajar pengendalian diri," kata Dr. Leiderman.

“Orangtua bisa menunjukkan padanya ke mana arah kedua mata, hidung, dan mulutnya, tetapi jika anak hanya ingin mewarnai semuanya, tidak apa-apa. Jangan memaksakan apa pun,” tambahua

Catatan: Jika anak tidak mau diam, jangan paksa dia. Mulailah dari menggambar tangan atau kakinya saja.

Keterampilan yang dipelajari: Rasa percaya diri, pengendalian diri, dan mengidentifikasi bagian tubuh/keterampilan bahasa.

7. Coba Game “Stop and Go”

Mainkan game yang melibatkan mulai dan berhenti, seperti "lampu merah, lampu hijau".  Mengembangkan pengendalian diri pada akhirnya akan membantu anak-anak bernegosiasi, berkompromi, dan menyelesaikan konflik tanpa kehilangan kesabaran, kata Dr. Leiderman.

Keterampilan yang dipelajari: Pengendalian diri 

8. Buat Kolase

Gunting hidung, mata, rambut, dan fitur lain yang berbeda dari majalah lama, dan berikan kepada anak.  Dorong dia untuk membuat makhluk lucu atau wajah konyol dengan fitur tersebut, lalu rekatkan ke selembar kertas. 

“Bicarakan kepada anak tentang potongan dan cara merekatkannya, tetapi jangan terlalu mengarahkan," kata Dr. Leiderman.  "Ajukan banyak 'pertanyaan heran', seperti "Saya ingin tahu apa yang akan terjadi jika Anda meletakkan potongan-potongan itu tanpa lem?'  dan 'Saya ingin tahu mengapa lem menempel di seluruh meja?'  Masa kanak-kanak adalah tentang mempelajari fakta baru dan menerapkannya pada teori, jadi bantulah mereka membuat teori." 

Keterampilan yang dipelajari: Kreativitas, bahasa.

9. Mengoper Bola

Bisa menggunakan bola apapun, lalu oper kepada anak. Tentu permainan ini bisa sambil berolahraga.

Keterampilan yang dipelajari: Perencanaan motorik, memahami sebab dan akibat, kerja tim

10. Menggambar Lagu

Saat menyanyikan salah satu lagu favorit anak, buatlah gambar sederhana tentang apa yang terjadi dalam liriknya, lalu berikan anak kertas untuk menggambar sesuatu yang lain yang disebutkan dalam lagu tersebut. Banyak lagu anak yang memiliki lirik tentang keindah alam, orangtua bisa menyuruh anak membuat gambar tentang keindahannya.

Keterampilan yang dipelajari: Keterampilan bahasa, kreativitas, mendongeng

11. Memulai Percakapan

Serahkan boneka atau mainan mewah, dan dorong anak untuk memegang, berbicara, berpakaian, dan merawatnya. "Bicaralah dengan boneka itu seperti berbicara dengan seorang anak, dan dorong anak untuk melakukan hal yang sama," kata Dr. Myers.

Selain keterampilan bahasa, kegiatan untuk anak usia 2 tahun ini juga mengajarkan kreativitas dan imajinasi.

Keterampilan yang dipelajari: Keterampilan sosial, bahasa dan motorik halus, kreativitas, dan imajinasi

#elevate women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading