3 Tipe Mainan Edukasi untuk Melatih Kemampuan dan Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun

Fimela Reporter24 Sep 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 24 Sep 2021, 19:30 WIB
3 Tipe Mainan Edukasi untuk Melatih Kemampuan Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun

Fimela.com, Jakarta Tumbuh kembang anak merupakan sebuah momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi semua orangtua. Untuk menikmati momen ini, bermain bersama anak menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan bagi orangtua. Memilih mainan yang tepat bagi si kecil juga dapat meningkatkan momen kebahagiaan, baik untuk orangtua dan anak.

Tak hanya menyenangkan, momen bermain bersama anak dapat menjadi alat untuk meningkatkan tumbuh kembang anak. Dikutip dari hellosehat.com, pada saat anak berusia 2 tahun, perkembangan kemampuan bahasa mereka pun kian meningkat. Para orangtua akan melewati masa di mana si kecil akan berbicara dengan bahasanya sendiri dan terkadang cenderung tidak jelas. Momen ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua dengan memberikan mainan edukasi bagi si kecil.

Dengan memberi mainan edukasi bagi anak, para orangtua dapat mengasah tumbuh kembang mereka. Memilih mainan untuk anak usia dini memang terdengar mudah. Tetapi akan lebih baik jika orangtua mengetahui fungsi dari mainan-mainan tersebut, sehingga dapat meningkatkan potensi anak secara maksimal. Berikut tiga tipe mainan edukasi yang dapat diberikan kepada anak usia 2 tahun dan fungsinya. 

Mainan untuk melatih pemecahan masalah

3 Tipe Mainan Edukasi untuk Melatih Kemampuan Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun
Permainan puzzle dapat melatih sifat pemecahan masalah pada anak (unsplash.com/Element5 Digital)

Semakin berkembang anak, semakin bervariasi pula opsi mainan untuk mereka. Dikutip dari healthline.com, anak berusia 2 tahun cenderung menyukai warna-warna yang terang dan bervariatif. Permainan menyusun dan merangkai pun menjadi pilihan yang paling tepat bagi si kecil.

Permaianan puzzle dan balok bongkar pasang merupakan pilihan paling cocok untuk melatih cara pemecahan masalah pada anak. National Association for the Education of Young Children (NAEYC), dikutip dari hellosehat.com, menyatakan bahwa mainan ini dapat melatih keterampilan untuk berpikir logis pada anak. 

Dengan mainan puzzle atau balok bongkar pasang ini anak akan dilatih cara berpikir dan memecahkan masalah. Anak akan berusaha untuk menemukan pasangan yang tepat pada mainan ini. Di sini lah, pemecahan masalah anak dilatih.

Mainan untuk melatih imajinasi

3 Tipe Mainan Edukasi untuk Melatih Kemampuan Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun
Permainan boneka dapat melatih imajinasi dan kemampuan sosial anak (pexels.com/Ann)

Anak pada usia 2 tahun berada pada fase di mana imajinasi memainkan peran paling penting. Hal ini dapat melatih nilai kreativitas dan keterampilan pada diri mereka. Para orangtua dapat mendukung imajinasi anak dengan mengikuti alur permainan mereka.

Permainan boneka, figur aksi, masak-masakan atau dokter-dokteran, serta permainan warna seperti menggambar, dapat melatih kreativitas anak. Mainan ini pun boleh diterapkan terlepas dari gender anak. Seperti bermain boneka pada anak laki-laki, hal ini dapat memberikan dampak positif bagi si kecil.

Selain ini bermain boneka dapat meningkatkan keterampilan sosial dan bahasa pada anak. Si kecil akan berperan menjadi sosok yang mereka inginkan dan berkomunikasi dengan mainannya tersebut. Momen ini dapat dimanfaatkan oleh para orangtua untuk melatih bahasa dan kosa kata pada anak. 

Mainan untuk melatih sifat motorik

3 Tipe Mainan Edukasi untuk Melatih Kemampuan Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun
Cat warna seperti pensil dan krayon dapat melatih sensor motorik halus pada anak (pexels.com)

Perkembangan motorik merupakan hal yang sangat penting pada perkembangan anak. Perkembangan motorik kasar dan halus berperan untuk aktivitas gerak dan aktif pada anak sehari-hari. Dengan melatih motorik anak, kita juga dapat melatih gerak jalan dan fisik mereka.

Permainan bola, sepeda, musik dan alat warna dapat melatih sifat motorik pada anak. Permainan aktif ini dapat melatih kerja otot, keseimbangan dan konsentrasi mereka.

Alat warna seperti cat air, pensil dan lilin dapat melatih sensor motorik halus pada anak. Dengan menyentuh cat air maupun lilin, hal ini akan melatih anak untuk membentuk dan membuat sesuatu sesuai dengan imajinasi mereka. 

 

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela