Pahami 5 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Vania Al kautsar30 Sep 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 30 Sep 2021, 17:16 WIB
pendidikan anak

Fimela.com, Jakarta Semakin bertumbuhnya usia anak, akan semakin terlihat beberapa sifat aslinya. Terutama bagi anak yang sedang mengalami masa pubertas. Bagi anak usia 6-9 tahun pasti menginginkan beberapa keinginan agar terwujud, seperti minta belikan mainan atau makanan. Nah, jika orang tua dapat memahami atau memberikan penjelasan kepada anak, pasti anak akan mulai medengarkan dan tidak terlalu keras kepala untuk meminta sesuatu.

Namun cara mendidik anak yang kera kepala tidaklah mudah bagi orang tua. Padahal cara yang ampuh untuk menangani anak yang keras kepala bukan dengan mengeluarkan nada tinggi akan tetapi memberikan pemahaman dan perhatian penuh.

Untuk memberikan penjelasan perlu memahami beberapa hal di bawah ini. Nah, berikut cara mendidik anak yang keras kepala.

1. Dengarkan Pendapat dan Hindari Perdebatan

6 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Kecanduan Gadget
Ilustrasi anak bermain gadget. (Shutterstock)

Komunikasi adalah salah satu kunci jika kita ingin mendegarkan pendapat anak, pastikan jika kita menghadapi anak yang keras kepala untuk mendengarkan pendapat mereka. Sebagai orang tua kita harus pintar mendengarkan apa yang diinginkan anak, namun tidak harus selalu untuk mengiyakan apa yang diinginkan anak.

Setelah anak selesai berbica, kita bisa memberikan pendapat kita mengenai hal tersebut. Jangan sampai jika anak belum berbicara, kita menyela dan langsung melarangnya. Melarang memanglah boleh namun orang tua juga harus memberikan pendapat yang jelas, seperti memberikan solusi maupun risiko. Jika kita terpancing emosi anak akan lebih keras kepala, atau dapat melanggar larangan.

2. Jangan Memaksa Anak

Terkadang sebagai orang tua, ingin memaksa keinginan anak terutama pada beberapa hal yang tidak mereka sukai seperti sifat keras kepala yang akan memberontak. Namun ada baiknya jika menghindari kebiasaan yang suka memaksa anak, sebaliknya jika orangtua ingin anak untuk mengikuti nasihat sebaiknya lakukan pendekatan, seperti mulai diajak berbincang tentang kegiatan sehari-hari atau bisa membagi kisah.

3. Memberi Beberapa Pilihan

Selalu Tenang, Inilah 5 Cara Mendidik Anak ala Anna Park dan Park Joo Ho The Return of Superman
Cara mendidik anak ala Anna Park dan Park Joo Ho (Foto: dok. The Return of Superman/KBS)

Ketika anak mulai keras kepala, pastikan orangtua untuk mendengarkan terlebih dahulu. Namun jika anak tetap kokoh dengan keinginannya, ada baiknya kita memberi beberapa pilihan kepada anak. Seperti ketika anak ingin membeli beberapa mainan yang mereka inginkan, Mama dapat memberi pilihan mainan yang harus dipilih yang mana. Selain itu juga dapat memberikan pemahaman tentang mainan yang akan dipilih.

Namun perlu diingat tetap tenang dan tidak emosi saat memberikan pilihan, karena hal ini akan membuat anak tidak mendengarkan perkataan orangtua.

4. Jangan Ragu untuk memberikan Hukuman dan Aturan

Ternyata memberikan hukuman dan aturan tidak selamanya jelek untuk anak lho. Justru hal ini bagus, agar terlatih disiplin. Mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang dilarang, Anak yang keras kepala juga membutuhkan aturan dan hukuman. Hal ini dilakukan agar anak belajar cara untuk mengendalikan diri dan memahami konsekuensinya jika melanggar peraturan.

5. Ajak Anak Berdiskusi

Menghukum dengan Mendidik
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/pixabay

Nah yang terakhir cobalah untuk mengajak anak berdiskusi, seperti belajar untuk melakukan negosiasi atau tawar-menawar. Komunikasi adalah hal yang baik jika kita melakukan dengan anak. Seperti mendiskusikan hal-hal kecil, apa yang diinginkan dan apa yang akan dipilih. Sebagai orang tua juga harus memberikan penjelasan atau dapat menceritakan pengalaman mengenai kegelisahan anak.

Nah hal diatas adalah beberapa cara untuk mengatasi anak yang keras kepala. Bagi Mama yang masih kesulitan menangani anak yang keras kepala, bisa dicoba untuk melakukan beberapa cara di atas. Dengan adanya cara tersebut semoga anak dapat lebih mudah dipahami.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela