Perhatikan Ciri Bayi yang Memiliki Alergi terhadap Susu Formula

Fimela Reporter03 Des 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 14:30 WIB
Jangan Sampai Tidak Tahu! Inilah Ciri Ketika Bayi Mengalami Alergi Susu Formula

Fimela.com, Jakarta Tidak semua bayi bisa cocok minum susu formula bayi. Ada kasus di mana bayi mengalami alergi terhadap susu formula yang dijual di toko.

Alergi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak kecil dan bayi. Walau ada yang akhirnya dapat mengatasi alergi ini, tapi ada juga yang tidak berhasil.

Disadur dari Verywell Health, susu formula bayi yang dijual di toko terbuat dari susu sapi yang telah disesuaikan agar protein lebih mudah dicerna bayi. Gula susu (laktosa) ditambahkan untuk menyamakan konsentrasi, yang mana bahan ini mirip dengan bahan yang terkandung di dalam ASI.

Ketika bayi mengalami alergi terhadap protein di dalam susu sapi, situasi inilah yang disebut sebagai alergi terhadap susu formula. Pada saat itu terjadi, protein dalam susu menempel pada antibody tertentu yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh. Terdapat gejala yang dihasilkan oleh peristiwa ini. 

Untuk para orang tua, wajib tahu bagaimana ciri-ciri alergi bayi dan anak terhadap susu formula agar dapat mengatasinya ketika berada dalam situasi tersebut.

Ciri-ciri Alergi Terhadap Susu Formula

Jangan Sampai Tidak Tahu! Inilah Ciri Ketika Bayi Mengalami Alergi Susu Formula
Ada beberapa ciri yang mengindikasikan bayi alergi terhadap susu formula. (Shutterstock.com/sutlafk)

Jika bayi alergi susu formula, tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi. Gejala alergi tergantung pada tingkat keparahan alergi anak.

Ada beberapa tanda dan gejala alergi susu pada bayi yang harus diwaspadai menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology, yakni:

- Gatal-gatal

- Sesak napas

- Mengi (sesak napas)

- Penyumbatan

- Batuk

- Bersin

- Muntah

- Perubahan perilaku

- Rewel

- Kram di daerah perut

- Diare

- Penurunan tekanan darah

Apabila terdapat tanda bahwa bayi mengalami ciri-ciri tersebut, bahkan meski reaksi alerginya tidak parah, tetap hubungi dokter agar tahu apa penanganan yang paling tepat untuk dilakukan sebelum semakin parah. Semoga artikel ini bisa membantu.

 

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela