Menjadi Ibu Itu Berat, tapi Kujalani dengan Cinta agar Selalu Kuat

Endah Wijayanti28 Jan 2022, 13:15 WIB
Diperbarui 28 Jan 2022, 13:15 WIB
anak optimis

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti pernah merasakan perasaan tak nyaman seperti rendah diri, sedih, kecewa, gelisah, dan tidak tenang dalam hidup. Kehilangan rasa percaya diri hingga kehilangan harapan hidup memang sangat menyakitkan. Meskipun begitu, selalu ada cara untuk kembali kuat menjalani hidup dan lebih menyayangi diri sendiri dengan utuh. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Bye Insecurities Berbagi Cerita untuk Lebih Mencintai dan Menerima Diri Sendiri ini.

***

Oleh: Nursittah Nasution

Seringkali perasaan rendah diri dan merasa tak berharga justru dipicu karena kita terlalu sering membandingkan apa yang ada pada kita dengan apa yang kita lihat pada orang lain.

Merasa insecure atau merasa rendah diri dan merasa diri tak berharga, akhir-akhir ini perasaan itu yang sedang menggerogotiku. Sebagai ibu baru yang tengah sibuk dengan rutinitas merawat buah hati, hari-hariku terlalu sibuk mengurus anak dan rumah sampai tak punya waktu untuk merawat diri. Keadaan rumah tangga yang harus kuurus sendiri karena LDR-an dengan suami membuatku kesulitan untuk menemukan "me time" dalam keseharianku. 

Pasca melahirkan buah hati kami yang sekarang baru berusia 18 bulan aku memiliki bekas strechmark yang cukup banyak di area perut dan pinggang. Belum lagi berat badanku yang stuk di 58 kg dengan tinggi badanku yang hanya 150 cm tentu kelihatan sangat tidak ideal. Wajah yang kusam karena tak terawat. Sungguh bukan aku tak mau merawat diri tapi mencari celah untuk sekadar mandi saja sangat sulit, ditambah si kecil yang selalu nempel ke mana pun aku pergi. 

 

Merasa Insecure dengan Kondisi Tubuh dan Wajah

baby blues
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Dengan kondisiku yang menurutku amburadul ini tentu saja membuatku tak secantik dulu, tak selangsing dulu dan bahkan aku merasa tak seberharga dulu di mata suamiku (pikiranku saja). Guratan strechmark di tubuhku sungguh membuatku tak nyaman dan aku merasa malu pada suamiku sendiri.

Perasaan insecure ini semakin dipicu karena aku terlalu sering membandingkan diriku dengan beberapa teman yang kulihat di media sosial mereka yang menampakkan pose badan yang tetap singset meskipun sudah punya anak 2, atau foto selfie dengan wajah mulus terawat, serta masih tetap modis sama seperti zaman gadis dulu. 

Semakin aku melihat mereka, semakin aku melihat diriku yang paling buruk. Aku merasa tak becus mengurus diri, bahkan mulai muncul rasa takut dan pikiran tak sehat terhadap suamiku yang jauh di sana. Efeknya apa? Kami jadi sering bertengkar yang selalu dipicu karena kecurigaanku yang tak beralasan.

Pernah kucoba untuk diet dengan kondisiku yang masih menyusui bayi kami, hasilnya justru ASI-ku jadi seret, bayiku jadi rewel. Ditambah maagku dan asam lambungku kambuh. Akhirnya aku kapok untuk diet-dietan dulu selama masa menyusui ini. Lagi pula bukankah kesehatan nomor satu?

Mengatasi Rasa Insecure

Penyebab Baby Blues
Ilustrasi./Credit: pexels.com/Kristina

Mencoba menerima apa adanya diriku adalah jalanku untuk menyingkirkan rasa insecure itu.  Jika aku masih merasa insecure atau rendah diri berarti aku tidak bersyukur dengan segala apa yang Tuhan beri.

Aku diberi kesehatan, hingga mampu merawat buah hati kami, buah hati yang dulu kami dambakan bahkan butuh perjuangan untuk memperolehnya dan sekarang aku mengeluhkan strechmark, yang jelas-jelas itu tanda cinta, bukti perjuanganku mengandungnya dulu selama 9 bulan. Sungguh tak patut aku menyesalkan semua itu.

Bahkan aku diberi ASI yang berlimpah hingga bisa menyusui bayiku dengan sempurna, melakukan pekerjaan rumah tangga sendirian, adalah hal yang patut aku ingat dan aku syukuri sebagai bukti sayangnya Tuhan padaku. 

Dan yang paling penting aku berhenti untuk membandingkan kehidupanku dengan orang lain. Lagi pula bukankah media sosial itu hanya untuk menampakkan yang indah-indah saja? Kita tak pernah tahu.

"Stop being insecure, love yourself first," dengan segala apa pun kondisi dan keadaanmu karena itu salah satu bentuk rasa syukur atas pemberian Tuhan. 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela