Alasan Dokter Rekomendasikan Dua Tahun Sembilan Bulan Jadi Jarak Ideal Periode Kehamilan Selanjutnya

Anisha Saktian Putri04 Jul 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 20:00 WIB
Dua Tahun Sembilan Jadi Jarak Ideal Periode Kehamilan Selanjutnya

Fimela.com, Jakarta Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat gencar mengkampanyekan kampanye dua anak cukup. Namun kini, kampanye tersebut pun diubah menjadi dua anak lebih sehat. Mengapa bisa berubah?

Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN dr. Eni Gustina, MPH menjelaskan kampanye dua anak lebih sehat dimaksudnya agar mumutus rantai stunting. Dengan begitu orangtua harus memikirkan jarak kehamilan agar anak tubuh lebih baik lagi.

"Jarak kelahiran antar anak harus direncanakan agar anak dapat bertubuh dengan baik," ujar dr. Eni dalam acara Tentang Anak.

Untuk mendapatkan anak yang sehat dan berkembang dengan baik, maka perlu perencanaan ketika ingin kembali memiliki anak. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan idealnya antar kehamilan minimal 2 tahun 9 bulan.

Menurut dr.Eni jarak tersebut bertujuan untuk memberikan jeda kepada rahim ibu agar normal kembali. "Saat hamil rahim tentu akan membesar bisa sampai lima kilogram dengan perkembangan 270 hari. Mengembalikan kembali nomrla tentu tidak mudah. Jadi recovery terlebih dahulu, sampai rahim kembali siap," paparnya.

Cegah Stunting dan kondisi ibu lebih sehat

Ibu hamil olahraga
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Selain kesehatan ibu, jarak kehamilan juga akan memengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasaan anak. dr. Eni mengatakan jika jarak kehamilan terencana maka orangtua akan lebih fokus mengurus anak selama periode emasnya yaitu sekitar usia dua tahunan.

"Jadi lebih maksimal memberikan pengasuhan, perhatian, nutrisi hingga ASI ekskusif. Jika sudah hamil kembali tentu tidak bisa memberikan perhatian maksimal. Jadi bisa mencegah stunting," ujarnya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH juga menyampaikan jika jarak kehamilan pendek akan mengganggu kesehatan ibu. Seperti berisiko masalah gizi pada masa kehamilan, apalagi ibu hamil rentan anemia.

Jika anemia, buka tidak mungkin bayi dalam kandungan akan terhambat perkembangannya, persalinan prematur, dan masih banyak lagi kekurangannya.

"Jarak antar kehamilan pendek membuat ibu belum pulih betul, karena harus mengurus si kecil, tidur kurang, harus menyusui. Maka jarang dua tahun dirasa cukup karena anak sudah mencapai periode emasnya dan tubuh ibu berangsur recovery," ujarnya.

#women for women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela