Bolehkah Anak Konsumsi MSG? Berikut Jawaban Dokter

Anisha Saktian Putri04 Agu 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 13:00 WIB
Bolehkah Anak Konsumsi MSG? Berikut Jawaban Dokter

Fimela.com, Jakarta Banyak orangtua yang ragu untuk memberikan si kecil Monosodium glutamate (MSG) pada makanannya. Sebab banyak mitos yang berkembang jika penyedap rasa ini dapat membuat bodoh, menimbun penyakit, hingga obesitas. 

Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak dan Edukator Kesehatan, dr. Ardi Santoso, Sp. A, M. Kes. MSG bisa dikonsumsi sejak bayi sebab bukan hanya penyedap rasa, melainkan dapat membantu pencernaan di usus, strategi diet rendah makan, hingga mengontrol nafsu makan. 

“MSG sebenarnya memiliki peran penting dalam tubuh bahkan untuk bayi. MSG bahkan sudah ada pada ASI,” ujarnya dalam acara Ajinomoto x Kata Data. 

dr. Ardi juga menyampaikan jika MSG memiliki 12 persen natrium lebih sedikit dibanding garam yang memiliki sampai 39 persen. Inilah yang membuat MSG dapat membantu menghindari dari hipertensi. 

Bahkan MSG dapat membuat nafsu anak meningkat agar anak tidak bosan dengan rasa yang hambar. Sebab masih banyak orangtua yang memberikan bayi setelah usia enam bulan masih diberikan makanan hambar. Padahal anak juga perlu diperkenalkan makanan perasa. 

“Agar anak tidak bosan dengan makanan yang hambar. Sebab tidak mungkin makan yang hambar trus, mungkin itu salah satu anak tidak mau makan. Maka butuh dikenalkan cita rasa,” paparnya. 

Berikan secukupnya

Anak Makan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Lalu berapa takaran MSG untuk si kecil? Sebenarnya menurut dr. Ardi, takaran MSG untuk dikonsumsi sendiri tidak memiliki nilai spesifik.

Hanya saja, penggunaan bisa diberikan secukupnya dan tidak berlebihan. Hal ini juga didukung oleh Permenkes RI No.033 tahun 2012 & Peraturan BPOM No.23-2013 tentang penggunaan MSG yaitu ‘secukupnya’. Serta menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa atau umami.

“MSG aman dikonsumsi semua tahapan usia, bahkan bayi pun memiliki kemampuan metabolik yang sama dengan orang dewasa. Jadi berikan secukupnya,” paparnya.

dr. Ardi juga mengingatkan orangtua untuk tidak mengenalkan tekstur dan menu beragam kepada anak secara perlahan, sesuai dengan tahapan dan usianya.

#women for women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela