Perkara Taruh Sepatu Sembarangan, Suami Pilih Gugat Istri

Vinsensia Dianawanti14 Okt 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 14 Okt 2021, 07:00 WIB
kepribadian

Fimela.com, Jakarta Kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang saat kembali ke rumah adalah menaruh barang sembarangan. Termasuk sepatu. Memiliki tempatnya sendiri di rumah, kebanyakan orang justru menaruh sepatu sembarangan.

Meski terlihat sepele, menaruh sepatu sembarangan bisa membahayakan keselamatan seseorang. Seperti yang terjadi pada seorang suami di Ohio, Amerika Serikat, yang mengalami patah tulang karena sang istri menaruh sepatu sembarangan.

Akibat kejadian ini, sang suami pun akhirnya memutuskan untuk menggugat sang istri. John Walworth akhirya menggugat cerai sang istri Judy Khoury karena dinilai salah menaruh sepatu. Membuatnya tersandung dan jatuh dari tangga hingga patah tulang.

Baru-baru ini, pengadilan banding menolak gugatan yang diajukan Walworth kepada istrinya atas insiden yang terjadi pada Febuari 2018. Laki-laki itu tersandung sepasang sepatu dan jatuh dari tangga bawah tanah yang mengakibatkan patah tulang di kaki, lengan, dan tangan.

 

Awal mula kejadian

Ilustrasi sepatu perempuan
Ilustrasi sepatu perempuan (dok.unsplash)

Kondisilah yang mendorong Walworth untuk menggugat sang istri. Ia menilai akibat kecerobohan yang dibuat istrinya membuatnya harus membayar biaya pengobatan yang cukup besar.

Total biaya pengobatan Walworth mencapai $80ribu atau sekitar Rp1,1 miliar. Tak hanya itu, Walworth juga harus kehilangan pekerjaannya dan mendapatkan kerugian hingga $18ribu atau sekitar Rp255juta.

Kejadian ini berawal pada Februari 2018 saat Walworth mengunjungi rumah Khoury yang saat itu masih menjadi tunangannya di daerah Cleveland, Amerika Serikat. Kala itu, Walworth diminta untuk membawa sebuah kotak berisi empat kendi satu galon cuka dari mobilnya ke ruang bawah tanah.

Ketika bersiap-siap untuk menuruni tangga ke ruang bawah tanah, Walworth memijakkan kaki kirinya di atas sepasang sepatu hitam dan abu-abu yang ditinggalkan Khoury di tangga di atas rumah ruang bawah tanah. Kaki kanannya pun tersangkut di bibir anak tangga dan kehilangan keseimbangan. Walworth jatuh dari tangga dan menderita beberapa patah tulang yang membutuhkan tiga operasi dan beberapa bulan terapi fisik untuk mengobatinya.

 

Tetap dinikahi

Oktober 2019, pengacara Walworth mengajukan gugatan terhadai Judy Khoury atas tuduhan menciptakan kondisi berbahaya di rumahnya dan gagal dalam tugasnya sebagai tuan rumah untuk melindungi tamunya. Hal yang paling aneh adalah pada April tahun yang sama Walworth menikahi Judy.

Judy Khoury pun bersaksi bahwa dia selalu meninggalkan sepatunya di pintu belakang, dan tidak berpikir untuk memberi tahu tunangannya tentang sepatu itu. Ia juga menambahkan bahwa dia tidak melihat Walworth jatuh sehingga tidak yakin Walworth tersandung sepatunya.

"Seandainya Walworth menggunakan perhatian biasa dan hanya melihat ke mana dia pergi, terutama mengingat dia akan menuruni tangga, dia akan dengan mudah melihat sepatu di lantai," kata pengacara Khoury.

Panel tiga hakim di Pengadilan Banding Distrik ke-8 setuju dengan pengacara terdakwa dan menolak gugatan Walworth. Menurut dokumen pengadilan, pada saat gugatan diajukan, Walworth dan Khoury sudah menikah dan tetap menikah hingga hari ini.

Simak video berikut ini

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela