5 Tanda Kamu Mengalami Pelecehan Secara Emosional Oleh Pasanganmu

Gayuh Tri Pinjungwati27 Okt 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 27 Okt 2021, 09:15 WIB
couple marah

Fimela.com, Jakarta Pelecehan emosional biasanya dilakukan untuk mengendalikan orang lain. Pada awalnya, pelaku mungkin tampil sebagai orang yang karismatik dan menawan.  Mereka juga sering memanipulasi pasangannya.

Biasanya orang yang melakukan pelecehan emosional dilakukan karena cemburu yang berlebihan. Tetapi, jangan khawatir, karena dengan mengetahui beberapa tanda ini, kamu mungkin bisa menghindarinya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Ancaman

Jika kamu mulai merasa bahwa ancaman pasanganmu semakin tidak terkendali, dengarkan apa yang dikatakan nalurimu dan temukan cara untuk meninggalkannya. Pernyataan yang dimulai dengan "jika" dan "maka" dapat mencakup pemerasan, ancaman kekerasan fisik, bunuh diri, dan banyak lagi, tetapi mereka sering memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memojokkan korban dan mencegah mereka untuk pergi.

2. Kontrol

Pasanganmu tampaknya sangat berinvestasi dalam kehidupan sosialmu atau melacak dan mengkritik setiap gerakanmu tanpa mengetahui keinginanmu. Kamu tidak merasa memiliki kebebasan untuk membuat pilihan tanpa persetujuan mereka. Bahkan komentar yang tampaknya kecil digunakan sebagai sarana untuk mengendalikanmu.

3. Menyalahkan

couple marah
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Dragon Images

Pelaku sering kali dapat membuatmu merasa bahwa kesengsaraan mereka adalah semua kesalahanmu. Ini membuat siklus manipulasi dan penyalahgunaan jauh lebih sulit untuk dilepaskan.

4. Gaslighting

Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang paling berbahaya. Hal ini menyebabkan korban meragukan pengalaman masa lalu mereka sendiri. Jika pasanganmu terus-menerus menolak semua yang kamu katakan sebagai sesuatu yang salah, kamu mungkin telah menjadi korban gaslighting.

5. Isolasi

Toksisitas pelecehan emosional mempengaruhi semua bidang kehidupan. Salah satu aspek terburuknya adalah caranya mengacaukan hubungan korban dengan teman dan keluarga. Saat pelaku meyakinkan pasangannya bahwa tidak ada yang benar-benar peduli dengan mereka seperti yang mereka lakukan, korban menjadi terasingkan dan merasa seolah-olah mereka dipisahkan dari semua orang yang mencintai mereka, termasuk diri mereka di masa lalu.

Pelecehan emosional juga bisa dilakukan dengan mengatakan sesuatu yang kasar kepada pasangannya. Pelecehan ini mungkin jarang dilakukan secara fisik, hanya saja dapat memengaruhi kesehatan mental korbannya.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela