Bosan dengan Pasangan di Tahun Awal Pernikahan, Harus Bagaimana?

Endah Wijayanti09 Des 2021, 13:35 WIB
Diperbarui 09 Des 2021, 13:35 WIB
tanggal menikah

Fimela.com, Jakarta Rasa bosan bisa muncul dalam pernikahan. Biasanya rasa bosan ini muncul pada pasangan yang sudah belasan atau puluhan tahun bersama. Namun, bagaimana jika rasa bosan kepada pasangan sudah muncul di awal tahun pernikahan?

Menjalani keseharian dan meghabiskan banyak waktu bersama pasangan bisa memunculkan rasa bosan. Apalagi bagi yang sebelumnya sudah menjalin hubungan pacaran selama belasan tahun sebelum menikah, maka rasa bosan bisa muncul saat usia pernikahan baru seumur jagung. Meskipun begitu, rasa bosan tidak selalu bisa diartikan lunturnya cinta atau komitmen yang ada.

Rasa Bosan Tidak Selalu Sama dengan Lunturnya Komitmen

seribu cinta dan jodoh tak ke mana
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/November27

"Kebosanan adalah sesuatu yang abstrak dan tidak bisa begitu saja dihakimi sebagai sebuah ekspresi melunturnya komitmen seseorang terhadap pernikahannya," tulis Tasaro GK dalam buku Belahan Jiwa. Menurutnya, perasaan bosan itu sesuatu yang normal dan manusiawi. Suami dan istri perlu sama-sama memahami bahwa siapa pun pasti mengalami fase ini. 

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk menyikapi dan mengatasi rasa bosan dalam pernikahan, di antaranya:

1. Melakukan sebuah kegiatan sendiri. Ini bisa meliputi menekuni hobi atau aktivitas yang paling disukai. Penting untuk bisa saling memberi ruang kepada pasangan agar bisa memiliki waktu sendiri melakukan hal  yang paling disukai.

2. Bertemu dengan teman atau sahabat. Selama bisa dikomunikasikan dengan baik dan terbuka, boleh juga lho meluangkan waktu berjumpa dengan teman atau sahabat lama. Biasanya setelah menikah, prioritas kita akan berubah dan makin jarang berjumpa dengan kawan lama. Maka, tak ada salahnya untuk sesekali meluangkan waktu mengobrol dengan teman atau sahabat.

3. Meminta pasangan untuk lebih memanjakan juga bisa dilakukan. Tentu saja perlu diutarakan dengan cara berkomunikasi tanpa menghakimi. Misal, kehidupan setelah menikah membuatmu dan pasanganmu lebih sibuk sehingga tidak ada waktu untuk lebih banyak berduaan. Kalau ini yang jadi akar permasalahannya, maka coba untuk bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk bersama.

Perjalanan masih akan panjang ke depannya. Sebuah pernikahan menjadi awal untuk belajar lebih banyak hal dan mengatasi berbagai tantangan baru yang ada. Semoga pernikahanmu bisa senantasai langgeng dan harmonis, ya. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela