7 Alasan Tak Perlu Percaya pada Cinta Pandangan Pertama

Febi Anindya Kirana01 Jan 2022, 11:15 WIB
Diperbarui 01 Jan 2022, 11:15 WIB
berpikir ragu berkedip

Fimela.com, Jakarta Cinta pertama, kamu pasti pernah mendengar istilah inikan di suatu momen kehidupanmu? Bisa jadi kamu juga pernah mengalaminya dan mungkin pengalaman cinta itu adalah salah satu yang sulit dilupakan.

Tapi jika ditelisik secara lebih mendalam, benarkah cinta pada pandangan pertama itu memungkinkan? Beberapa penelitian membuktikan bahwa jatuh cinta itu butuh proses yang lama, meski tentu ada juga yang membuktikan bahwa cinta pada pandangan pertama itu nyata. Ini sekian alasan mengapa dirimu tak perlu terlalu percaya pada cinta pandangan pertama.

1. Penilaian yang bias

Cinta pada pandangan pertama biasanya penilaian yang bias atau tidak objektif, semua orang mengalaminya. Untuk bisa menyukai seseorang padahal baru melihatnya pertama kali, tentu melibatkan banyak spekulasi di dalam pikiran. Secara tidak sengaja otak membangun sendiri imajinasinya tentang orang tersebut sesuai keinginan.

2. Hanya nafsu belaka

pasangan bahagia
ilustrasi pasangan cinta kencan/milatas/Shutterstock

Ketika merasa tiba-tiba menyukai seseorang, hormon berperan sangat besar. Testosteron (untuk laki-laki) dan estrogen (untuk perempuan) memberi sinyal untuk bereproduksi. Pada dasarnya, itu adalah insting biologis alias nafsu belaka, tidak melibatkan perasaan cinta sama sekali.

3. Pengaruh hormon dopamin

Ketika melihat wujud seseorang yang disukai, secara alami otak melepaskan zat kimia yang disebut dopamin. Ini adalah senyawa kimia kuat yang membuat kita berpikir bahwa pengalaman bertemu seseorang tersebut sangat luar biasa dan membuat kita menginginkan lebih. Itukah mengapa kita jadi berpikir kita sedang jatuh cinta.

4. Pengaruh hormon serotonin

Satu lagi hormon yang 'memanipulasimu', yaitu serotonin. Ketika ia tersenyum padamu, menyapamu atau berada di dekatmu, kamu akan mengartikan itu sebagai menerima kasih sayang dari orang yang disukai. Secara alami, hormon serotonin akan terpicu dan dilepaskan sehingga membuat kita merasa sangat senang dan bahagia bahkan membuat kita merasa terobsesi dengan orang tersebut.

5. Hanya terjadi pada orang berwajah rupawan

pasangan bahagia
ilustrasi pasangan cinta/copyright by gpointstudio (Shutterstock)

Sadar tidak? Kamu hanya akan mengalami cinta pada pandangan pertama pada pria tampan. Hal ini tak akan terjadi pada pria dengan penampilan fisik biasa saja, menurut standarmu. Bisa dibilang, perasaan suka ini begitu dangkal. Jadi sudah pasti bukan cinta.

6. Perasaan cepat hilang ketika menemukan kekurangan

Ternyata dia jarang mandi, jarang gosok gigi, sangat pelit atau suka sendawa dan meludah sembarangan, maka perasaan suka itu seketika akan sirna. Cinta tak akan mudah goyah dengan hal-hal tersebut.

7. Mirip dengan berfantasi liar

Tahukah kamu bahwa saat menyukai seseorang atas dasar nafsu belaka sama halnya kamu sedang melakukan fantasi liar tentang orang tersebut? Dan ini jelas bukan konotasi yang baik, karena sesungguhnya dirimu menginginkan untuk memiliki fisik atau tubuh orang tersebut sebelum hatinya.

Jadi, masih bisakah kamu menyebut setiap kali menyukai seseorang sebagai cinta pada pandangan pertama? Bisa jadi, namun kemungkinannya sangat kecil.

#ElevateWoman with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela