5 Cara Redakan Rasa Sakit Hati setelah Dikhianati

Endah Wijayanti08 Agu 2022, 13:45 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 13:45 WIB
perempuan dan hati tenang

Fimela.com, Jakarta Dikhianati oleh seseorang bisa membuat kita merasa sangat terluka. Hati kita pun bisa terasa hancur berkeping-keping. Untuk bisa memulihkan diri pun butuh waktu yang kadang tak sebentar.

Meredakan rasa sakit hati setelah dikhinati mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, ada sejumlah cara dan langakh sederhana yang bisa dicoba untuk bantu memulihkan perasaan. Sebab bagaimana pun kita semua berhak melanjutkan hidup dengan kekuatan yang baru.

 

1. Terima Rasa Sakit yang Ada

perempuan cantik dewasa tenang sabar
ilustrasi tersenyum bahagia/Dean Drobot/Shutterstock

Makin kita menolak rasa sakit, biasanya akan makin sulit kita untuk pulih. Mengutip buku How to Fix a Broken Heart, rasa sakit yang dirasakan dari patah hati bisa membuat kita kesulitan berpikir jernih, ibaratnya hampir sama bila kita misalnya sedang sakit kepala yang begitu menyakitkan sampai tak bisa berkonsentrasi. Jadi, tidak heran bila patah hati bisa menimbulkan rasa sakit emosional yang bertahan selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Rasa sakit yang ada perlu kita terima lebih dulu. Dengan begitu, kita bisa membuka diri untuk mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan dan memulihkan diri kita.

2. Maafkan Diri Sendiri

perempuan dan berusaha untuk tenang
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/chombosan

Memaafkan diri sendiri bisa lebih sulit daripada memaafkan oran lain. Padahal memaafkan diri sendiri akan memudahkan kita untuk lebih ikhlas menerima realitas yang ada. Yang sudah terjadi, ya sudah ambil hikmahnya saja. Setelah itu, kita bisa fokus memperbaiki situasi atau hal-hal yang masih bisa kita buat jadi lebih baik lagi.

 

3. Berbaik Hati pada Diri Sendiri

dewasa tersenyum tenang sabar
ilustrasi perempuan bahagia/Dean Drobot/Shutterstock

Saat ini fokusmu adalah untuk berbaik hati pada dirimu sendiri. Dalam proses untuk menenangkan dan menyembuhkan diri sendiri, sebaiknya tak perlu buru-buru. Jika memang masih ingin menangis, izinkan saja dirimu menangis. Berterima kasihlah juga pada dirimu yang bisa bertahan hingga detik ini. Lakukan hal-hal yang bisa membuat diri merasa lebih nyaman dan senang, baik itu dengan menekuni hobi atau mencoba hal-hal baru yang menyenangkan.

4. Menjaga Jarak dari Pemicu Kesedihan

mendengarkan musik santai tersenyum
ilustrasi perempuan kalem tenang/Blue Titan/Shutterstock

Jaga jarak dari orang yang telah mengkhianatimu. Buang dan enyahkan barang-barang yang mengingatkanmu tentang kejadian pengkhianatan yang tak menyenangkan itu. Tak perlu lagi terobsesi dengan mengingat semua luka yang ada. Sebab kini fokusnya adalah memulihkan diri dan membuka lembaran hidup yang lebih baik lagi.

5. Rehat Sejenak dari Semua Kesibukan

santai merenung kalem tenang
ilustrasi./Guitarfoto/Shutterstock

Saat hati sakit dan terluka setelah dikhinaati, biasanya kita sulit untuk "berfungsi normal" dalam aktivitas atau rutinitas harian. Kalau kita perlu waktu lebih banyak untuk memulihkan diri, kita bisa coba rehat sejenak. Bisa dengan berlibur atau menikmati sesuatu yang paling disukai untuk merasa bahagia lagi.

Semoga hati yang terluka bisa segera sembuh dan pulih, ya. Terima kasih sudah melakukan semua yang terbaik hingga saat ini. Kamu berhak melanjutkan hidup dan menemukan kebahagiaanmu lagi.

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela