5 Cara Menyikapi Rindu pada Seseorang yang Tak Bisa Dimiliki

Endah Wijayanti18 Sep 2022, 09:45 WIB
Diperbarui 18 Sep 2022, 09:45 WIB
surat ayah dan titip rindu

Fimela.com, Jakarta Merindukan seseorang yang tak bisa dimiliki bisa membuat kita merasa tak nyaman. Ingin menyampaikan rindu padanya tapi tak bisa. Mau memendamnya sendiri pun makin lama terasa makin menyesakkan.

Ada sejumlah cara yang bisa dicoba dalam mengobati rindu yang ada. Hal-hal ini bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama untuk tenangkan diri dan tidak makin tersiksa dengan rasa rindu yang ada.

 

1. Izinkan Rasa Rindu Itu Hadir

surat ayah dan putri yang keras kepala
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/uniqueshutter

 

Ya, izinkan dulu rasa rindu itu hadir. Rasakan dan coba resapi perlahan rasa rindu tersebut. Walau tak bisa menyampaikannya ke orang yang kamu rindukan, setidaknya kamu sudah melapangkan hatimu. Dengan hati yang lebih lapang, kamu akan lebih mudah menerima realitas yang ada.

 

 

2. Uraikan Rasa Rindu

surat ayah dan berjauhan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/pixs4u

Menangis, menulis jurnal, atau melakukan hal-hal yang membuat diri nyaman bisa bantu menguraikan rasa rindu yang ada di dalam diri. Luruhkan rasa sedih yang mungkin menyertai. Biarkan semua rasa itu keluar dari dalam diri melalui media ternyaman yang bisa dilakukan.

 

 

 

3. Berdamai dengan Momen yang Telah Berlalu

surat ayah dan mirip berdebat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Mrsiraphol

Mengutip buku How to Respect Myself, area tempat otak menyimpan memori disebut hipokampus, di mana catatan masa lalu bertumpuk-tumpuk di dalamnya. Hipokampus ini menempel dengan pusat amigdala yang merupakan pusat emosi. Bisa dibilang bahwa memori dan emosi akan selalu bersama-sama. Orang yang lukanya belum sembuh tentu masih menyimpan emosi masa lalu juga. Rasa rindu yang hadir mungkin dipicu oleh momen atau kenangan yang dulu pernah ada. Di sini tak perlu menolak kehadirannya, cukup berdamai dengannya dengan cara menerimanya lalu mengikhlaskannya.

4. Fokuskan Perhatian pada Masa Kini

surat ayah dan potongan cerita
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vanatchanan+Buahom

 

Saat rasa rindu terasa makin kuat, coba untuk tarik napas dalam lalu embuskan perlahan. Fokuskan kembali diri pada masa kini yang sedang dijalani. Belum bisa menyampaikan rasa rindu bukan akhir dari segalanya. Apalagi kalau orang yang dirindukan tak bisa dimiliki, jadi mending fokus melakukan hal yang lebih penting pada masa kini.

 

 

5. Menetralkan Ekspektasi Diri

surat ayah dan tanpa hadirmu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/shisukaa

Hadirnya perasaan rindu tak serta merta menjadi salahmu. Saat kita tak bisa mengendalikan ekspektasi kita, maka kita bisa coba ubah pikiran kita. Kita bisa berpikir bahwa kerinduan itu bukan hal buruk selama tak berekspektasi berlebihan. Sudahi ekspektasi akan mendapat balasan perasaan yang sama dari orang yang kamu rindukan, maka hati pun bisa lebih tenang.

Semoga dirimu senantiasa dikuatkan, ya. Yakin saja dirimu bisa melewati semua momen dan menjalani hidup dengan hati yang lebih kuat lagi.

 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela