6 Bentuk Pelecehan Emosional yang Kerap Diabaikan oleh Para Korban

Gayuh Tri Pinjungwati22 Sep 2022, 13:15 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 13:15 WIB
couple marah

Fimela.com, Jakarta Pelecehan emosional biasanya terjadi sebagai sarana bagi satu orang untuk mengendalikan orang lain. Jika Sahabat Fimela khawatir bahwa kamu mungkin mengalami hal ini dengan pasanganmu, ketahuilah beberapa tanda yang menunjukkan kamu mungkin mengalami pelecehan emosional. Seperti apa tanda-tandanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Sikap Mengontrol

Pasanganmu mungkin tampak terlalu banyak berinvestasi dalam kehidupan sosial, atau mengawasi rutinitas sehari-harimu tanpa mengakui keinginanmu. Kamu tidak memiliki kebebasan untuk membuat pilihan sendiri. Bahkan komentar kecil yang merusak independensimu adalah alat kontrol.

2. Suka Membentak

Adalah normal bagi pasangan untuk sesekali meninggikan suara, tetapi mungkin tidak sehat ketika ketidaksepakatan meningkat menjadi teriakan. Ini terutama mengkhawatirkan jika kamu merasa takut. Berteriak tidak hanya membuat percakapan yang produktif menjadi hampir mustahil, tetapi juga dapat menciptakan ketidakseimbangan kekuatan, hanya orang yang paling keras yang terdengar.

3. Penghinaan

couple marah
Ilustrasi/copyrightshutterstock/atiger

Ketika salah satu pasangan merasa kesal terhadap yang lain, tidak mudah bagi salah satu dari mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dalam hubungan yang sehat, ada harapan bahwa pasangan akan mendengarkan dan menghormati . Jika mereka menanggapi kebutuhanmu dengan sarkasme kejam, arogansi, atau apatis, maka penghinaan dapat menjadi penghalang dalam hubunganmu.

4. Ancaman

Jika pasanganmu mengancammu dengan cara apa pun, kamu mungkin merasa berada dalam bahaya. Pernyataan koersif "jika, maka" dapat mencakup pemerasan, ancaman cedera fisik atau bunuh diri, atau pernyataan intimidasi lainnya, tetapi pernyataan tersebut sering kali memiliki maksud yang sama yakni untuk memojokkan korban.

5. Menyalahkan

couple marah
Ilustrasi/copyrightshutterstock/polkadot_photo

Korban sering kali dibuat percaya bahwa mereka menyebabkan dan karena itu pantas melakukan pelecehan dan ketidakbahagiaan mereka sendiri, membuat siklus menjadi lebih sulit untuk diputus. Hal ini dapat diperparah oleh rasa malu yang dirasakan banyak korban karena membiarkan pelecehan mereka berlanjut.

6. Menjauhkanmu dari Orang Terdekat

Pelecehan emosional meluas, mempengaruhi semua bidang kehidupan. Yang paling menonjol adalah korban dalam hubungan korban dengan teman dan keluarga. Pelaku sering kali meyakinkan pasangannya bahwa tidak ada yang peduli. Keterasingan ini dapat menyebabkan korban merasa seperti berada di sebuah pulau, terpisah dari orang yang dicintai dan versi masa lalu dari diri mereka sendiri.

Well, ketika kamu benar-benar merasakan beberapa hal di atas, akan lebih baik untuk mempertimbangkan kembali melanjutkan hubungan dengannya. Jika kalian telah berumah tangga, tak ada salahnya untuk meminta bantuan keluarga untuk menyelesaikan masalah ini. 

#WomenforWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela