4 Alasan Kamu Bisa Menikah Dulu dan Jatuh Cinta Kemudian

Febi Anindya Kirana10 Nov 2022, 15:55 WIB
Diperbarui 10 Nov 2022, 15:55 WIB
pasangan cinta romantis

Fimela.com, Jakarta Bisakah seseorang memutuskan menikah dulu sebelum merasakan jatuh cinta? Bisa saja. Bahkan nyatanya, tidak sedikit orang yang jatuh cinta pada pasangannya setelah menjalani pernikahan padahal sebelumnya tak pernah ada rasa cinta. Semua itu tergantung komitmen dan hati, karena Tuhan bisa sewaktu-waktu membolak-balikkan hati dan perasaanmu. Tapi bagaimana jika tetap ragu? Mungkin sekian alasan ini bisa sedikit meyakinkanmu, ladies.

1. Semua pernikahan membutuhkan kompromi yang serius

couple romantis bahagia kencan
ilustrasi pasangan cinta/Makistock/Shutterstock

Dilansir dari Yourtango, Hellen Chen sebagai ahli cinta mengatakan bahwa jika benar-benar ingin menikah, maka kamu harus berkomitmen terlebih dahulu dalam pernikahan tersebut dan membiarkan cinta tumbuh dengan sendirinya nanti. Karena bagaimana pun, yang kamu butuhkan dalam pernikahan itu adalah kompromi dan komitmen. Bersedialah menyingkirkan standar mustahil tanpa akhir yang kamu pegang dalam pencarian Mr. Right.

2. Pernikahan dengan niat tulus akan awet dengan sendirinya

couple romantis bahagia
ilustrasi pasangan cinta/Odua Images/Shutterstock

Cinta adalah perasaan yang bisa berubah-ubah sewaktu-waktu, sedangkan pernikahan adalah tentang menciptakan unit keluarga dan kehidupan yang stabil. Tinggal pilih saja, mana tujuanmu sebenarnya. Jika kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pacaran dengan terlalu banyak orang, yang ada hatimu hancur berkali-kali, bukannya jatuh cinta abadi. Bahkan pernikahan yang terjadi karena dijodohkan memiliki kemungkinan langgeng yang lebih besar. Mengapa? Karena orang yang menjalaninya memiliki niat tulus membangun pernikahan.

3. Hubungan cinta yang sukses selalu butuh usaha

pasangan cinta bahagia
ilustrasi couple romantis/maruco/Shutterstock

Kamu tak bisa mengandalkan cinta saja agar hubungan bisa langgeng. Itu adalah harapan yang tidak realistis. Mau bagaimana pun, pernikahan adalah perjalanan yang perlu diusahakan setiap waktu. Kamu dan pasangan akan mengalami perbedaan pendapat setiap waktu dan bertengkar, namun jika tidak ada usaha dan keinginan dari kedua belah pihak untuk tetap saling bersama, maka mustahil mendapatkan pernikahan yang langgeng.

Seperti halnya pekerjaan, kamu bisa resign kapan pun kamu mau ketika tak menginginkannya, tapi mengapa kamu tetap bertahan di kantor yang sama? Karena kamu menginginkan itu tetap berjalan seperti itu. Kamu mengusahakan dan menjalaninya dengan hati meskipun sesekali mengeluh.

4. Jika ingin pernikahan bahagia, realistis saja dulu

couple romantis bahagia
ilustrasi pasangan cinta/WitthayaP/Shutterstock

Pernikahan seringkali dijalani bukan hanya dengan hati tapi juga pikiran. Jika kamu menginginkan hubungan yang bahagia, maka mau tak mau kamu harus puas di tingkat tertentu. Dalam artian, kamu tidak akan bisa menemukan pria yang sempurna dari yang sempurna. Kamu akan selalu bisa melihat kekurangan dari seseorang.

Jika kamu mengakhiri cinta karena menemukan kekurangan A, kemudian berganti ke orang lain lalu menemukan kekurangan B, putus lagi dan berganti ke orang lain, maka kamu hanya akan menemukan kekurangan C, D, E dan lainnya. Karena memang seperti itulah manusia. Tidak ada yang sempurna. Jadi belajarlah berpikir realistis dan puas terlebih dahulu. Sebelum kamu bisa menerima kekurangan orang lain, sulit jika menginginkan pernikahan.

Itu dia sekian alasan mengapa kamu sebaiknya menikah dulu dan membiarkan cinta tumbuh nanti setelahnya.

#Women for Women

Lanjutkan Membaca ↓