Kementerian Perhubungan Sediakan Kapal Pelni Jadi Alternatif Lokasi Isoman Pasien Covid-19

Adinda Tri Wardhani02 Agu 2021, 19:25 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 19:37 WIB
Karakteristik Orang yang Lebih Rentan Terkena Virus COVID-19 Varian Delta

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 masing berlangsung di tanah air, beragam langkah diterapkan pemerintah guna menekan pertambahan kasus setiap harinya. Kementerian Perhubungan juga melakukan beberapa hal untuk mendukung penanganan kasus Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satunya dengan menyiapkan kapal Pelni sebagai tempat isolasi mandiri para pasien penderita Covid-19 yang bergejala ringan.

Dilansir dari Merdeka.com, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengatakan, Kemenhub telah memberikan izin dan berkoordinasi dengan Pelni terkait dengan penyediaan kapal. Sementara terkait operasional isolasi dan penyediaan nakes akan dikoordinasikan oleh Pemda setempat.

"Hal ini dilakukan dalam rangka membantu Pemkot Makassar menyusul tingginya angka kasus positif Covid-19 dan terbatasnya ruang perawatan di Makassar," kata Agus dikutip dari Antara, Kamis (15/7).

Dirjen Agus mengungkapkan, PT Pelni menyiapkan kapal penumpang KM Umsini untuk isolasi apung yang telah tiba pada Rabu (14/7) di Makassar.

Kapal KM Umsini yang saat ini tengah berhenti beroperasi sementara waktu (port stay) karena adanya PPKM Darurat, memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 1.995 unit. Untuk pelaksanaan isolasi mandiri ini, maka digunakan maksimal 50 persen dari kapasitas total yaitu sebanyak 868 unit dengan 68 unit diantaranya untuk nakes.

 

Penyediaan kapal untuk isolasi apung

Penyediaan kapal untuk isolasi apung
kapal pelni jadi tempat isoman. Foto: dok Merdeka.com/antara

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Antoni Arif Priyadi menyebutkan, penyediaan kapal untuk isolasi apung ini masih dalam tahap persiapan. Adapun beberapa aspek yang tengah disiapkan untuk isolasi apung ini salah satunya adalah penetapan status kapal sebagai tempat isolasi mandiri oleh Ditjen P2P Kementerian Kesehatan.

"Sedang dipersiapkan juga mengenai jangka waktu pelaksanaan, posisi kapal sandar/berlabuh," ujar Antoni Arif Priyadi.

Fasilitas isolasi apung terdiri dari tempat tidur, kru kapal, alat kesehatan, APD untuk kru kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi dan penanganan limbah medis.

"Saat ini untuk crew kapal yaitu hanya ABK inti dan proses rolling setiap dua minggu sekali," ujarnya.

Kapal untuk isolasi apung ini dalam posisi tidak berlayar tetapi berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae. Lokasi tersebut dipilih guna memudahkan pihak Pemkot Makassar melakukan pengawasan dan pendistribusian logistik dan obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

"Nantinya akan dilakukan juga monitoring kesehatan tenaga kesehatan dan kru yang bertugas secara berkala. Dan setiap rolling, mereka akan dilakukan test RT-PCR terlebih dahulu," katanya.

Sebagai informasi, rencana pemanfaatan kapal untuk isolasi mandiri bagi penderita Covid 19 juga akan dilaksanakan di Lampung. Saat ini prosesnya masih dalam tahap koordinasi dengan Gubernur Lampung dan pihak terkait lainnya

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela