5 Kontroversi Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020, dari Menyebut Teroris Hingga Menggagu Atlet Jepang

Anisha Saktian Putri04 Agu 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 13:30 WIB
Kontroversi Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020

Fimela.com, Jakarta Hingga saat ini Korea Selatan menduduki peringkat ke-10 daftar perolehan sementara medali Olimpiade Tokyo 2020. Tercatat pada (4/8/21) negara asal BTS ini sudah mengantongi 19 medali, diantaranya 6 medali emas, 4 perak, dan 9 perunggu.

Selain prestasinya, negara gingseng ini juga ramai dibicarakan mengenai kontroversi di ajang olahraga tertinggi dunia tersebut. Mulai dari stasiun televisi, atlet, hingga rakyat Korea tersandung isu yang tidak mengenakan.

Fimela pun merangkum beberapa kontroversi negara Korea Selatan di Olimpiade Tokyo 2020. Simak ulasannya.

1. Siaran televisi dianggap rasis

Salah satu stasiun televisi Korea Selatan, yakni MBC, dinilai rasis saat sedang menyiarkan pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (23/7). MBC memperkenalkan beberapa negara menggunakan ikon yang cukup sensitif, termasuk Indonesia.

Saat pembukaan Olimpiade Tokyo berlangsung, MBC memperkenalkan tiap peserta menggunakan foto dan keterangan sehingga dapat membantu pemirsa untuk mengenali tiap negara yang sedang disorot. Namun, hal ini malah memicu kontroversi.

Pada bagian negara Indonesia misalnya, MBC menempatkan foto peta Indonesia di samping wajah atlet, namun penempatan titik berada di negara Malaysia. Selain itu, disebutkan pula fakta keliru yang mempermalukan Indonesia di mata publik.

Lalu ketika memperkenalkan Ukraina, MBC menggunakan foto tragedi ledakan Chernobyl, yakni peristiwa kecelakaan terburuk sepanjang sejarah Ukraina, bahkan dunia. Sedangkan pada saat memperkenalkan negara China, MBC menggunakan foto Wuhan.

2. Kritikan Akibat Rambut Pendek Atlet Korea

An San Pemanah Korea Selatan raih 3 medali/dok. Instagram @olympic
An San Pemanah Korea Selatan raih 3 medali/dok. Instagram @olympic

An San pemanah Korea Selatan peraih 3 medali emas di Olimpiade justru mendapat kritikan dari negaranya sendiri akibat potongan rambut pendeknya.

Reporter New York Times Kelly Kasulis Cho menggambarkan pelecehan yang ditargetkan kepada San di Twitter.

Komentar tersebut menyebutkan bahwa pilihan gaya rambut An San menunjukkan bahwa dia adalah seorang feminis, beberapa dari mereka menuntut An San meminta maaf dan bahkan meminta dia mengembalikan medali Olimpiadenya.

Dalam tweet lanjutan, Cho mengungkapkan bahwa ada gerakan anti-feminis online terkemuka di Korea Selatan, di mana gaya rambut dapat meluncurkan kampanye kebencian.

Pesan kemarahan tersebut justru memicu badai lebih lanjut. Mereka menuduh An menggunakan ekspresi dengan nada anti-laki-laki.

3. Atlet Petembak Iran disebut teroris

Petembak Korea Selatan, Jin Jong-oh, menyebut atlet Iran, Javad Foroughi, sebagai teroris. Javad Foroughi berhasil meraih medali emas cabang olahraga menembak Olimpiade Tokyo 2020 nomor pistol udara 10 meter putra.

Jong-oh mengucapkan kalimat kontroversial dengan menyebut Javad Foroughi sebagai teroris. Dilansir dari The Guardian, Jong-oh melontarkan kalimat kontroversial itu karena Foroughi dikabarkan adalah anggota Korps Pengawal Revolusi Islam Iran atau Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai perawat.

"Bagaimana seorang teroris dapat memenangi posisi pertama (medali emas)? Itu adalah hal yang paling absurd dan konyol," kata Jin Jong-oh saat tiba di Bandara Internasional Incheon.

Setelah memicu perdebatan, Jin Jong-oh pun akhirnya meminta maaf atas perkataan yang ia ucapkan.

4. Caption sesat

Wawancara Kim Yeon Koung dengan caption kontroversi/ Foto: dok. YouTube Mbig News
Wawancara Kim Yeon Koung dengan caption kontroversi/ Foto: dok. YouTube Mbig News

Stasiun televisi Korea Selatan, MBC kembali mendapat kecaman keras dari netizen Korea. Kali ini, MBC menggunakan subtitle menyesatkan dalam video wawancara atlet voli Kim Yeon Koung, yang bertanding di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Pada Sabtu (31/7/2021), MBC mengunggah video wawancara eksklusif dengan atlet voli Kim Yeon Koung. Wawancara tersebut dilakukan setelah Kim Yeon Koung berhasil memenangkan pertandingan voli putri Korea Selatan dan Jepang.

Namun, netizen Korea dapat langsung menemukan kejanggalan dalam subtitle MBC. Dalam wawancara tersebut, tertulis pertanyaan, "Kita kalah dalam (cabang olahraga) sepak bola dan baseball, tetapi menang dalam voli?"

Keterangan itu membuat Kim Yeon Koung seakan-akan tidak bangga dengan tim sepak bola dan baseball Korea Selatan.Video wawancara Kim Yeon Koung yang menuai kontroversi langsung dihapus oleh pihak MBC. Dan memuat ulang video wawancara tersebut.

5. TV Korsel nyalakan lampu dan ganggu pemain tenis Jepang

Salah satu stasiun tv Korea Selatan diduga kembali berulah di Olimpiade 2020. Mereka menyalakan lampu kamera di pertandingan tenis meja yang mempertemukan wakil Jepang, Mima Ito, melawan Wakil Korea Selatan, Jeon Ji-hee.

Pada laga yang berlangsung di babak perempat final itu, Ito yang sudah unggul tiga set melakukan protes kepada wasit. Ia merasa pandangannya terganggu dengan kamera tv yang diduga dari Korea Selatan.

Wasit lalu menghentikan pertandingan dan meminta lampu kamera itu dimatikan. Laga pun sempat berhenti beberapa waktu sampai akhirnya lampu kamera tersebut dimatikan.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela