Menyikapi Laporan Banyak Siswa Positif COVID-19 saat PTM, Harus Bagaimana?

Endah Wijayanti25 Sep 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 08:55 WIB
anak demam

Fimela.com, Jakarta Saat sekolah sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, orangtua perlu melakukan sejumlah penyesuaian baru agar anak bisa mengikuti proses belajar dengan aman dan nyaman. Adanya laporan banyak siswa positif COVID-19 saat PTM terbatas di berbagai daerah pun menjadi pelajaran penting.

Protokol kesehatan dan kesiapan sekolah membuka PTM harus dipersiapkan matang. Melansir laman Liputan6.com, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, pembelajaran tatap muka harus dilakukan hati-hati agar seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dan kependidikan aman dari penularan virus Corona.

"Agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, harus dilakukan secara hati-hati dan selalu mengutamakan kesehatan dan peserta didik dari penularan COVID-19," tegas Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 23 September 2021.

"Berbagai kasus positif COVID-19 yang terjadi pada peserta didik di berbagai daerah harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain, sehingga kasus serupa tidak berulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman."

Wiku juga mengingatkan, bahwa penularan virus Corona dapat terjadi saat perjalanan anak menuju sekolah. Dalam hal ini, penularan bukan terjadi hanya di sekolah saja.

"Selain itu, perhatikan juga peluang penularan di rumah, perjalanan maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pastikan siswa dan tenaga pengajar secara disiplin mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

 

 

Muncul 2,77 Persen Klaster PTM Sekolah

Anak flu
Ilustrasi/Shutterstock.

Sesuai data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi per tanggal 23 September 2021, ada 47.033 sekolah yang disurvei.

"Dari jumlah tersebut, hanya 2,77 persen sekolah yang menimbulkan klaster kasus selama pembelajaran tatap muka dilakukan," lanjut Wiku.

Munculnya klaster di satuan pendidikan, Wiku meminta agar sekolah segera melakukan pelacakan (tracing) dan pemeriksaan (testing) kontak erat. Ketika terjadi kasus penularan virus Corona saat PTM, pihak satuan pendidikan harus menindaklanjuti. 

"Kembali saya sampaikan, bahwa sekecil apapun angka kasus yang ada, jika tidak ditindaklanjuti, baik dengan tracing, testing maupun treatment yang tepat, maka akan memperluas penularan," tegas Wiku. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela