Sigi Wimala: Tak Ada Lagi Diet Ketat & Suplemen Pengurus Badan

Fimela Editor19 Jul 2012, 09:00 WIB

Next

sigi wimala

Tentang perawatan kulit dan make up...

Saya nggak punya banyak waktu untuk berdandan terlalu lama. Max, putri saya, biasanya merecoki dan ikut-ikutan berdandan, makanya saya pun jadi terbawa simple dan secepat mungkin ber- make up. Paling saya hanya menggunakan eyeliner, eye shadow, dan blush on, yang penting terlihat segar. Untuk perawatan dasarnya, saya menggunakan pelembap dan sunblock. Mengenai brand, saya bukan tipe yang loyal, suka gonta-ganti, tapi cenderung lebih suka dengan Clinique karena pengaruh mama saya. Dari kecil saya melihat dia menggunakan produk itu dan itu menurun ke saya.

Yang biasa saya gunakan adalah Clinique Dramatically Different Moisturizing Lotion karena itu benar-benar melembapkan, apalagi kalau sering di tempat ber-AC, tapi sekarang sedang menggunakan Bobbi Brown Tinted Moisturizer. Mencoba-coba berbagai macam produk kecantikan itu menggoda banget! Beda dengan produk perawatan dari dokter kulit terntentu, saya malah nggak mau mencoba-coba karena takut ketergantungan.

Saya dan salon kecantikan...

Sifat cuek saya nggak akan bisa hilang sepertinya, jadi frekuensi ke salon sebulan sekali itu sudah sebuah prestasi untuk saya. Saya nggak suka berlama-lama di salon, paling kalau menjalani perawatan rambut menggunakan Kerastase, sudah sekalian dipijat dan itu sudah cukup untuk saya.

Olahraga saya...

Saat masih sekolah dulu, olahraga saya basket, tapi sekarang sudah nggak pernah lagi. Untuk saat ini, lari sudah mencukupi kebutuhan olahraga saya. Enaknya olahraga ini bisa saya lakukan sambil berpikir hal-hal lain dan sebenarnya bagus melakukan itu. Karena, saat melakukan lari jarak jauh, kepala kita juga jarus diisi dengan pikiran, boleh apa saja, dari masalah anak, kerjaan, atau hal-hal lainnya. Dengan keleluasaan seperti ini, biasanya selesai lari dua jam, I feel good about myself karena sudah berolahraga dan menyelesaikan beberapa hal yang harus dipikirkan, yang terkadang kalau kita sibuk nggak punya waktu untuk melakukannya. Untuk frekuensinya, sekarang saya relatif santai, minimal 5 kilometer per hari. Kalau saya bangun siang, lari di atas treadmill, sementara kalau pagi saya pilih lari outdoor. Masing-masing ada enak dan tidaknya, tapi saya lebih suka lari di luar ruangan karena jadi lebih sensitif dengan lingkungan sekitar. Saya melihat dan merasakan langsung kondisi Jakarta, bukan hanya membaca artikel di majalah atau koran.

Next

sigi wimala

Kecantikan juga punya sisi suram..

Saya sempat menjalani “dark ages” dimana saya dibutakan dengan standar kecantikan pada umumnya dan meraihnya dengan cara yang salah. Saya dulu menjalani Yoyo diet, pernah juga mencoba suplemen penurun badan, Hydroxycut, tapi membuat saya nggak bisa tidur. Saya rasa ini juga karena pengaruh pekerjaan saya dulu yang masih aktif di modelling dan memang menuntut penampilan yang kurus. Alhasil, saya hanya mempioritaskan berat badan dan melupakan kesehatan, makan nggak teratur, dan berefek pada kulit saya yang terlihat nggak segar. Dengan malnutrisi seperti itu, saya rasa itu juga ikut mempengaruhi mood dengan jadi lebih sensitif terhadap perkataan orang yang kalau dipikir dengan akal sehat nggak seperti yang saya pikirkan dulu. Setelah keluar dari dunia modelling, apalagi dengan keadaan saya sekarang yang sudah menjadi ibu, saya nggak peduli lagi dengan semua standar itu. Yang penting saya sehat dan bahagia, hal lain nggak usah dipikirkan.

Penilaian saya tentang tubuh...

Tubuh saya lebih mature seiring dengan makin bertambahnya kedewasaan saya. Kalau dibanding dengan tubuh saya saya yang dulu, saya lebih suka tubuh saya yang sekarang. Dulu tubuh saya “rata”, kalau sekarang tubuh saya lebih “menyanjung” pakaian yang saya pakai, karena jadi terlihat lebih bagus dengan adanya pinggul. Apalagi setelah berhasil menghilangkan baby fat, saya merasa struktur tulang saya lebih bagus dan tirusnya terlihat sehat.

Eating out...

Saya sudah jarang sekali makan di luar karena mertua masakannya enak-enak. Keuntungan lebih sering makan masakan rumah adalah kita bisa tetap makan walaupun sedang ingin diet, seperti yang dilakukan Timo, suami saya. Selain itu, kita pasti lebih sehat karena masakan rumah pasti bebas dari tambahan perasa buatan, garam berlebih, dan tambahan-tambahan lainnya. Efek ke Max juga akan lebih bagus, karena menurut kepercayaan Timo, anak yang dibiasakan dari kecil makan masakan rumah akan terbiasa melakukan itu hingga dia besar. Saya nggak merasakan itu karena kedua orangtua saya bekerja, jadi cara ini patut dicoba.

Kecantkan itu....

Seperti saya yang sekarang. I feel more beautiful now, karakter diri saya lebih keluar. Di usia muda saya dulu, saya berniat untuk tampil edgy atau bergaya ala Rock ‘n Roll tapi itu nggak datang dari dalam diri saya. Sekarang saya bisa bilang bahwa apa yang terlihat dari diri saya adalah kepribadian saya yang sebenarnya. Saya bertambah dewasa, menjadi lebih baik, dan makin percaya diri.

Lanjutkan Membaca ↓