Mengunjungi Desa Bunga Camellia di Pulau Jeju yang Diinfusi untuk Produk Kecantikan

Nabila Mecadinisa09 Apr 2019, 16:00 WIB
Desa penghasil bunga camellia

Fimela.com, Jakarta Korea selalu saja menghadirkan inovasi baru dalam industri kecantikannya yang mendunia. Seperti yang dihadirkan oleh salah satu perusahaan produk kecantikan terbesar di Korea yakni Amorepacific yang menginfusi bunga camellia pada beberapa kandungan produk yang mereka produksi.

Amorepacific yang menaungi merek kecantikan ternama diantaranya Sulwhasoo, Innisfree, Mamonde, dan Laneige, berhasil mengandalkan bunga camellia pada rangkaian produk yang mereka ciptakan. Pada trip yang diadakan oleh Amorepacific pada tanggal 2- 4 April 2019 kemarin. Tim media dan salah satunya Fimela.com diajak mengunjungi Pulau Jeju untuk mendatangi desa yang memproduksi bunga camellia untuk Amorepacific. 

Mengunjungi desa camellia di Pulau Jeju
Desa penghasil bunga camellia di Pulau Jeju

Desa penghasil bunga camellia di Pulau Jeju

Desa penghasil bunga camellia di Pulau Jeju
Penampakan pohon camellia

Walau tida sepopuler bunga mawar, tapi masyarakat Jeju sangat mengandalkan bunga camellia untuk ragam hal. Diantaranya seperti; pohon yang ditanam mampu menahan terpaan angin, sebagai obat batuk, bahkan menjadi bahan baku pembuat produk skincare.

Desa camellia di Jeju menjadi pemasok bunga camellia untuk Amorepacific. "Kami memberikan produksi Cammelia ke Amorepacific. Yang kami berikan seluruhnya mulai dari bunga, daun, hingga biji untuk digunakan sebagai bahan baku pembuat kosmetik." Ungkap Dong Jung Oh daru Institute Pelestarian Camellia.

Mengunjungi desa bunga camellia di Pulau Jeju
Bentuk bunga camellia yang bisa dimanfaatkan untuk ragam produk kosmetik.

Hasil olahan bunga camellia mampu meningkatkan daya hidup masyarakat

Mengunjungi desa camellia di Pulau Jeju
Batu sebagai tanda kerjasama antara Amorepacific dan desa yang menjadi pemasok bunga camellia. Bahkan di sini pohon camellia pertama yang ditanam.

Hubungan keduanya berawal di tahun 2019 hingga sekarang. Biasanya desa ini mampu menjual sebanyak satu ton bunga dan daun per tahun dan 300.000 ton per tahun untuk bijinya. Warga desa ini juga memanfaatkan pohon camellia untuk membuat ekstrak minyak yang bisa digunakan untuk pelengkap makanan.

Kerjasama yang dijalin oleh Amorepacific ini juga meningkatkan perekonomian warga desa. bayangkan saja, nilai penjualanan camellia meningkat hingga sepuluh kali lipat. Di tahun pertama mereka berhasil meraih 10 juta won dan pada tahun 2015 sebanyak 400 juta won. Dengan adanya kerjasama ini, maka perekonomian desa semakin membaik. Apalagi kebanyakan pengumpul bunga adalah orang-orang lansia. Alhasil, kerjasama ini juga semakin memperbaiki kualitas hidup mereka.

 

 

Mengunjungi desa camellia di Pulau Jeju
Produk hasil infusi bunga camellia.
Lanjutkan Membaca ↓